Dok: Humas Untar – RJ
Universitas Tarumanagara (Untar) bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Indonesia (Portadin) memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui pemanfaatan data berbasis asesmen. Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan hasil asesmen KND kepada DPP Portadin di Kampus I Untar, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. menyerahkan hasil asesmen kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Portadin Nur Indah Harahap. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen layanan disabilitas yang sebelumnya dilakukan KND di lingkungan Untar.
Sebelum acara utama, jajaran KND dan DPP Portadin disambut Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untar Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog. Pada kesempatan itu, KND juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Yayasan Tarumanagara, Untar, dan DPP Portadin sebagai apresiasi atas kolaborasi dalam mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Melalui asesmen tersebut, KND memetakan kebutuhan penyandang disabilitas sekaligus mengevaluasi layanan dan fasilitas pendukung yang telah tersedia. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar pengembangan layanan yang lebih inklusif, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun dalam penyusunan kebijakan publik.
Ketua KND Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., mengatakan asesmen penyandang disabilitas tidak hanya bertujuan memperbarui data, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan setiap individu sehingga rekomendasi layanan dapat disusun secara lebih tepat.
“Hasil asesmen diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting melalui Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, untuk memperluas akses layanan asesmen dan mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia berharap praktik baik yang telah dibangun bersama Untar dapat terus dikembangkan sebagai model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., menilai sinergi lintas sektor perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan berbagai inovasi dan solusi yang berkelanjutan bagi pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen Untar dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif. Pemanfaatan data berbasis asesmen diharapkan menjadi landasan penyusunan kebijakan serta penyediaan layanan yang lebih tepat sasaran bagi penyandang disabilitas di Indonesia. (CS/YS)

