Pilih Laman
Dies Natalis ke-32 FSRD Tekankan Adaptasi Teknologi

9 September 2026

Oleh: Humas

Share

Dok: Humas Untar

Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara (FSRD Untar) menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai tradisi dalam peringatan Dies Natalis ke-32 Rabu (9/9/2026), di Kampus I Untar.

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi FSRD Untar untuk melihat kembali gagasan, karya, perjalanan, dan pencapaian sekaligus memperkuat komitmen dalam pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang seni dan desain.

Pergantian generasi, perkembangan teknologi yang cepat, serta transformasi dunia profesi menjadi tantangan yang perlu direspons dunia pendidikan seni dan desain. Dies Natalis ke-32 yang mengusung tema “Weaving Tradition, Designing the Future” ini menjadi kesempatan bagi FSRD untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus menentukan langkah yang akan dilakukan ke depan.

Ketua Pelaksana Dies Natalis Dr. Dwi Sulistyawati, S.Sn., M.T.Ars. mengatakan, tradisi tidak hanya perlu dipertahankan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan kreasi yang adaptif dan inovatif sesuai perkembangan zaman.

Menurut Dwi, kekuatan yang telah dimiliki perlu dipertemukan dengan gagasan-gagasan baru agar dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan seni dan desain pada masa mendatang.

Perkembangan dunia desain yang dinamis dan laju teknologi yang semakin cepat juga menuntut mahasiswa tidak menjadi pengguna pasif kecerdasan buatan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengendalikan dan memanfaatkan teknologi sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki makna dan manfaat yang lebih besar.

Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro yang hadir dalam kesempatan tersebut berharap FSRD terus berkembang dan memperoleh pengakuan internasional, baik melalui jurnal terakreditasi maupun karya-karya yang dihasilkan. Produktivitas dan inovasi akademik juga diharapkan dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.

Sedangkan Dekan FSRD Untar Dr. Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M. mengatakan, FSRD berpegang pada prinsip untuk tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi turut membentuk perubahan melalui desain. Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat inovasi akademik melalui ekosistem pembelajaran yang dekat dengan persoalan nyata.

“Masa depan pendidikan desain tidak terletak pada perlawanan manusia dengan teknologi, tetapi bagaimana manusia memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak yang lebih besar,” ujar Maitri.

FSRD Untar juga terus memperkuat internasionalisasi dengan memperluas jejaring nasional dan internasional, menghadirkan perspektif global, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa membawa karya ke tingkat internasional.

Kolaborasi dengan industri, alumni, dan masyarakat turut diperkuat sebagai bagian dari upaya membimbing generasi berikutnya menuju penerapan dan hilirisasi karya yang berkelanjutan serta sesuai dengan kebutuhan industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan FSRD Untar memasuki usia ke-32 sekaligus menatap perkembangan pendidikan seni dan desain pada masa mendatang. (CJ/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

18 Agustus Awal Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027
25 Agustus Maulid Nabi Muhammad S.A.W
1 Oktober Dies Natalis ke-67 Untar

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR