Pilih Laman
Radio yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

11 September 2026

Oleh: Humas

Share

Dok: iStock.Photo

Di tengah derasnya arus media digital, radio masih menemukan ruangnya. Musik, informasi lalu lintas, berita, hingga perbincangan sehari-hari tetap menemani pendengar melalui medium yang telah hadir jauh sebelum media sosial menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Perjalanan panjang radio di Indonesia tidak terlepas dari sejarah bangsa. Hari Radio Nasional yang diperingati setiap 11 September bertepatan dengan berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 1945. Pada masa awal kemerdekaan, radio memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

Delapan dekade kemudian, cara masyarakat mengonsumsi informasi berubah. Kehadiran internet, media sosial, podcast, dan layanan streaming membuat radio ikut beradaptasi. Perubahan itu sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mempelajari perkembangan media berbasis audio di era digital.

Jejak panjang radio juga hidup di lingkungan perguruan tinggi. Di Universitas Tarumanagara (Untar), Radio Untar menjadi salah satu wadah mahasiswa mengenal dan mempraktikkan dunia penyiaran. Berawal dari gagasan sejumlah mahasiswa pada 1967 dan berkembang secara resmi pada awal 1970-an, Radio Untar tercatat sebagai salah satu radio kampus tertua di Indonesia.

Kini, Radio Untar menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mewadahi mahasiswa dengan minat di bidang penyiaran. Selain melalui UKM, mahasiswa juga dapat mempelajari penyiaran secara akademik di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Untar.

Anggota Radio Untar, Alice Chayady, mengatakan radio tetap memiliki relevansi di tengah perkembangan teknologi komunikasi. Menurut dia, perubahan teknologi justru menjadi kesempatan bagi radio untuk terus berkembang mengikuti kebiasaan baru masyarakat dalam mengonsumsi informasi.

“Teruslah mencari tahu dan belajar lebih banyak. Pertahankan eksistensi radio dan kembangkan menjadi teknologi yang semakin relevan dan modern,” ujar Alice.

Radio Untar tidak hanya menjadi tempat mahasiswa berlatih sebagai penyiar. Berbagai program menghadirkan informasi seputar kampus, berita, dan hiburan bagi pendengar. Di balik proses tersebut, mahasiswa belajar menyusun program, mengolah informasi, memproduksi konten audio, serta mengelola sebuah siaran.

Pengalaman itu membuat radio tidak sekadar menjadi medium untuk menyampaikan suara. Bagi mahasiswa, proses bersiaran juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengelola program, dan memahami karakter pendengar.

Teknologi boleh terus berubah dan menghadirkan medium baru. Namun, di balik mikrofon Radio Untar, generasi baru penyiar terus belajar bagaimana suara dapat membawa informasi sekaligus membangun kedekatan dengan pendengar. (CJ/YS)

 

Berita terbaru

Agenda

 

18 Agustus Awal Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027
25 Agustus Maulid Nabi Muhammad S.A.W
1 Oktober Dies Natalis ke-67 Untar

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR