Dok: Humas Untar – CS
Fakultas Arsitektur, Perencanaan, dan Real Estat (FAPRE) Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar yudisium perdana sejak resmi berdiri sebagai fakultas baru dengan mengukuhkan 103 lulusan, Selasa (21/7/2026) di Kampus I Untar. Sebelumnya, program-program studi di bidang arsitektur dan perencanaan berada di bawah naungan Fakultas Teknik Untar, kemudian dipisahkan menjadi FAPRE sebagai fakultas tersendiri.
Yudisium tersebut menjadi tonggak awal perjalanan FAPRE dalam meluluskan alumni dari lima program studi, yakni Program Sarjana Arsitektur, Program Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota–Real Estat (PWK-RE), Program Magister Arsitektur, Program Magister PWK-RE, serta Program Profesi Arsitek.
Dekan FAPRE Untar Maria Veronica Gandha, S.T., M.Arch., mengatakan yudisium perdana ini menjadi momentum penting bagi FAPRE untuk memperkuat identitasnya sebagai fakultas yang mengintegrasikan pendidikan arsitektur, perencanaan, dan real estat dalam satu ekosistem keilmuan.
Ia juga mengajak para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga tanggung jawab profesi kepada masyarakat.
“Berkembanglah dan teruslah berprestasi. Tetap bangga menjadi Untarian yang berkontribusi kepada masyarakat dengan bekal intelektualitas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ketua Umum Nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ar. Gregorius Budi Yulianto, IAI, AA, mengapresiasi pembentukan FAPRE sebagai fakultas tersendiri. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen Untar dalam membangun pendidikan arsitektur dan perencanaan yang terintegrasi.
Ia menilai pendidikan di bidang arsitektur, perencanaan, dan real estat tidak hanya bertujuan mencetak tenaga profesional, tetapi juga lulusan yang mampu berpikir lintas disiplin serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Yang dibutuhkan Indonesia adalah cara berpikir yang mampu melihat persoalan secara utuh, menghubungkan berbagai disiplin ilmu, memahami manusia, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Gregorius.
Dalam kesempatan itu, Director of Facilities Management Colliers Indonesia Christina Ng, CFM, LEED Green Associate, menyerahkan sertifikat kepada para lulusan sebagai bentuk dukungan dunia industri terhadap peningkatan kompetensi calon profesional.

Sesi talkshow bersama alumni FAPRE, Cita Vaga dan Mario Wibowo // Dok: Humas Untar – CS
Rangkaian yudisium juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan dua alumni Untar, yakni Founder M.W Studio Mario Wibowo, alumni Program Sarjana Arsitektur angkatan 1997, serta Vice President Sales and Business Development Sinarmas Land Cita Vaga, alumni Program Sarjana PWK-RE tahun 2006 dan Program Magister PWK-RE tahun 2017. Keduanya berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang berkarier di bidang arsitektur, perencanaan, dan real estat.
Bidang arsitektur dan perencanaan di Untar telah berkembang sejak 1962 dan menghasilkan lebih dari 8.000 alumni yang berkiprah di berbagai sektor. Setelah sebelumnya menjadi bagian dari Fakultas Teknik, pembentukan FAPRE sebagai fakultas tersendiri diharapkan semakin memperkuat pengembangan pendidikan, riset, dan profesi di bidang arsitektur, perencanaan, serta real estat. (CS/YS)

