Dok: Humas Untar – EA
Para lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tarumanagara (Untar) resmi dilantik sebagai dokter dalam Pelantikan Dokter Baru ke-151 dan Wisuda ke-89 FK Untar di Kampus I Untar, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi awal pengabdian para dokter baru dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme, empati, dan nilai kemanusiaan.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar bagian dari prosesi pelantikan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
Pelantikan yang bertepatan dengan peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda itu juga menjadi momentum bagi para dokter baru untuk membawa semangat pengabdian dalam menjalankan profesi dan melayani masyarakat.
Rektor menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Di tengah tanggung jawab profesi, para dokter juga diingatkan untuk menjaga kesehatan diri serta tetap menjalin hubungan dengan almamater.
“Di tengah pengabdian kepada pasien, jangan lupa menjaga kesehatan diri dan terus berikan kontribusi bagi almamater,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Yayasan Tarumanagara Vedrych J. Kusnanto, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian sebagai dokter. Menurut dia, gelar dokter membawa tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan menjunjung empati dan integritas.
“Gelar dokter yang kalian raih hari ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk melayani masyarakat. Berdedikasilah kepada masyarakat dengan menjunjung empati dan integritas, serta terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran,” katanya.
Prosesi pengucapan sumpah dokter dipandu Dekan FK Untar Dr. dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ., dan diikuti para lulusan sesuai dengan agama masing-masing. Melalui sumpah tersebut, para dokter baru meneguhkan komitmen untuk menjalankan praktik kedokteran secara bertanggung jawab, menjunjung etika profesi, dan mengutamakan nilai kemanusiaan.
Mewakili para dokter baru, dr. Ignasius Ivan Chandra S. mengenang berbagai tantangan dan perjuangan selama menempuh pendidikan kedokteran. Kerja keras dan semangat pantang menyerah menjadi bagian penting dari perjalanan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai dokter.
“Kerja keras dan semangat pantang menyerah telah membawa kita sampai di titik ini. Meski kelak menempuh jalan berbeda, kita tetap satu almamater. Mari saling mendukung, mengingatkan dalam kebaikan, dan menjalankan tanggung jawab sebagai dokter dengan bangga,” tuturnya.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya perjalanan profesi para dokter baru untuk mengamalkan ilmu kedokteran dalam pelayanan kepada masyarakat. Kompetensi, empati, integritas, dan kepatuhan terhadap etika profesi menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Barat dr. Astrid Fransisca Padang, Sp.OG., Subsp.KFM, perwakilan rumah sakit mitra pendidikan FK Untar, Perhimpunan Keluarga Alumni Medis Tarumanagara (KAMT), serta orang tua para dokter baru. (CS/YS)

