Dok: Humas Untar – CJ
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Untar melaksanakan Research Week ke-16 Untar di Rabu (28/10/2026), Auditorium Gedung Utama, Kampus 1 Untar, dengan mengambil tema “Riset Berdampak untuk Kesetaraan dan Masa Depan Berkelanjutan.”
Research Week merupakan agenda penghargaan tahunan bagi tenaga pendidik yang berkontribusi dalam mempublikasikan karya ilmiah di berbagai lintas bidang.
Pelaksanaan Research Week tiap tahunnya menyoroti signifikansi penelitian bagi Universitas Tarumanagara sebagai salah satu penerapan tri-dharma perguruan tinggi yaitu Penelitian dan Pengembangan.
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menyampaikan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Dengan adanya perubahan iklim, pertumbuhan kota, ketahanan pangan dan air, serta begitu pesatnya perkembangan kecerdasan artificial, tidak mungkin hanya satu disiplin ilmu pun yang dapat menyelesaikannya dengan sendiri.
Pengukuran riset dari jumlah publikasi dan sitasi yang diperoleh tetap penting, tetapi bagi Prof. Amad, apa yang berubah dari hasil karya dan bagaimana hal itu dapat terlihat dalam kehidupan nyata bagi masyarakat menjadi hal yang harus lebih diprioritaskan.
“Riset tidak boleh berhenti di halaman jurnal, riset harus menjangkau ruang kelas, industri, dan masyarakat serta kebijakan publik,” tegasnya.
Penghargaan mencakup berbagai kategori, seperti Artikel Jurnal dan Prosiding, Hibah Penelitian, HKI dan Kementrian Hukum dan HAM, Keynote dan Invited Speaker dalam Temu Ilmiah, Buku dan Book Chapter, beserta Artikel Koran dan Majalah (Non Advertorial).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Wakil Rektor Untar Prof. Sri Triatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog., beserta jajaran lembaga, pimpinan dan dosen dari berbagai fakultas yang telah mempublikasikan karya ilmiahnya. (CJ/YS)

