Dok: Humas Untar – CA
Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Tarumanagara (Untar) melalui Unit Kegiatan Ekstrakurikuler (UKE) Padmanagara mempersembahkan Pagelaran Tari Nusantara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026) di selasar Gedung M, Kampus I Untar.
Sejak 2023, Pagelaran Tari Nusantara menghadirkan beragam pertunjukan musik, tari, vokal, dan drama yang dibawakan oleh sejumlah UKE FPsi Untar, di antaranya Unit Seni Tari Tradisional Indonesia, Padmanagara; Unit Seni Vokal Grup, Psychovoice; Unit Tari Modern, Psychodynamic; serta Unit Seni Peran atau Teater, Phoenicia.
Dalam sambutannya, Dekan FPsi Untar Dr. Putu Tommy Y.S. Suyasa, M.Si., Psikolog, mengingatkan mahasiswa untuk terus menjaga semangat Sumpah Pemuda yang telah berusia 98 tahun.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam diri generasi muda,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan makna Karsa Abhinaya, yakni “Karsa” yang berarti semangat, niat, dan tekad, sedangkan “Abhinaya” berarti ekspresi. Makna tersebut berkaitan dengan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi dan kreativitas melalui seni.
Ragam Ekspresi Seni Mahasiswa
Rangkaian pertunjukan dibuka dengan penampilan piano, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda dengan iringan lagu “Tanah Airku” karya Ibu Sud yang dibawakan oleh Psychovoice.
Keberagaman budaya Indonesia ditampilkan melalui tari mendley yang mengombinasikan gerakan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan ini dilanjutkan dengan Tari Non Ceci Layu yang mengangkat unsur budaya Betawi, Tari Muli Sambaian dari Lampung, Tari Kagenep Andau Bawi Itah dari Kalimantan Tengah, serta Tari Asa Nirwana dari Jawa Barat.
Selain tari tradisional, pagelaran ini juga menghadirkan seni peran melalui drama oleh Phoenicia dan tari modern oleh Psychodynamic. Kehadiran berbagai bentuk seni tersebut melengkapi penampilan mahasiswa dalam mengekspresikan kreativitas melalui medium yang berbeda.
Sebagai penutup, Padmanagara berkolaborasi dengan Psychovoice membawakan pertunjukan tari yang diiringi lagu “Aku Indonesia” dan “Tabola Bale”. Kolaborasi ini menjadi bagian akhir dari rangkaian pagelaran yang menampilkan beragam bentuk ekspresi seni mahasiswa FPsi Untar. (CS/YS)

