Dok: Humas Untar
Sebanyak 90 lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) mengucapkan sumpah dokter dan bergabung dalam barisan tenaga medis Indonesia. Di tengah perkembangan ilmu kedokteran yang berlangsung cepat dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang, para dokter baru tersebut diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi klinis, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kepada pasien.
Pesan tersebut menjadi benang merah Pelantikan Dokter Baru ke-150 FK Untar dan Wisuda ke-88 Untar yang berlangsung di Kampus I Untar, Rabu (29/7/2026). Mengusung semangat Dedicatio Pro Humanitate atau pengabdian bagi kemanusiaan, prosesi tersebut menandai dimulainya tanggung jawab profesional para lulusan sebagai dokter.
Prosesi pengambilan sumpah dipimpin Dekan FK Untar Dr. dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ., menjadi penegasan komitmen para dokter untuk mengutamakan keselamatan pasien, menjunjung etika profesi, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. mengatakan, tantangan dunia kesehatan tidak hanya ditandai oleh berkembangnya penyakit dan kebutuhan layanan medis, tetapi juga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengubah praktik kedokteran. Karena itu, dokter dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya sepanjang karier.
“Kepercayaan masyarakat terhadap dokter tidak hanya dibangun melalui kompetensi, tetapi juga empati dan integritas. Jadikan nilai-nilai Untar sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian sebagai dokter,” ujarnya.
Menurut Rektor, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan FK Untar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus berorientasi pada kemanusiaan.
Senada dengan itu, Sekretaris Pengurus Yayasan Tarumanagara Vedrych J. Kusnanto, S.Kom., M.M., mengingatkan bahwa profesi dokter menuntut pembelajaran sepanjang hayat. Perkembangan teknologi kesehatan, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial dan inovasi medis, menurutnya, menuntut dokter untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Saya berharap kalian terus mengembangkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan kemampuan untuk tumbuh mengikuti perkembangan zaman sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” katanya.
Rangkaian pelantikan juga diisi dengan penyerahan Buku Kode Etik Kedokteran sebagai pedoman moral dalam menjalankan profesi serta penyematan pin alumni oleh Keluarga Alumni Medis Tarumanagara (KAMT).
Suasana haru mewarnai penutupan acara ketika para dokter baru menyerahkan bunga kepada orang tua. Momen tersebut menjadi simbol penghargaan atas doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga yang mengiringi perjalanan mereka hingga resmi menyandang profesi dokter dan memulai pengabdian kepada masyarakat. (CS/YS)

