Pict Source: iStock.Photo
Tidak semua hal harus disampaikan lewat kata-kata. Foto, warna, bentuk, pakaian, hingga konten di media sosial dapat menjadi cara bagi seseorang untuk menunjukkan karakter, suasana hati, hingga identitas dirinya.
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan diri. Ada yang nyaman bercerita lewat tulisan, sementara yang lain memilih menggunakan visual. Di era media sosial, ruang untuk berekspresi pun semakin luas melalui foto, video, desain, maupun berbagai konten yang dibagikan.
Menurut dosen desain interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar Dr. Dwi Sulistyawati, S.Sn., M.T.Ars., karakter dan emosi seseorang dalam visual tidak dapat direpresentasikan hanya melalui satu elemen desain. Warna, bentuk, material, komposisi, fotografi, tipografi, hingga simbol dapat digunakan bersama untuk membangun karakter dan suasana tertentu.
“Pilihan visual juga tidak seharusnya dibatasi oleh stereotip. Warna pink tidak selalu berarti feminin, begitu pula warna hitam atau bentuk geometris tidak selalu berarti maskulin. Penggunaan elemen visual lebih berkaitan dengan karakter, pengalaman, budaya, gaya hidup, serta kebutuhan personal seseorang,” tuturnya.
Fotografi dan simbol, misalnya, dapat menyampaikan cerita melalui ekspresi wajah, gestur, pakaian, objek, maupun latar yang dipilih. Sementara warna dan bentuk dapat membantu membangun kesan tertentu tanpa harus menjelaskan semuanya secara verbal.
Karena itu, visual bukan sekadar soal estetika. Di balik sebuah foto, warna, atau desain, ada pilihan personal yang dapat menjadi bagian dari cara seseorang memperkenalkan dan mengekspresikan dirinya.
“Pada akhirnya, tidak ada satu cara yang paling benar untuk berekspresi. Setiap orang memiliki ruang dan kebebasan untuk memilih bagaimana ingin menunjukkan dirinya, termasuk melalui visual,” tutup Dwi dalam penjelasannya. (VC/YS)

