Pilih Laman
Screen Time Mahasiswa Perlu Dikelola, Bukan Sekadar Dikurangi

23 September 2026

Oleh: Humas

Share

Pict Source: iStock.Photo

Laptop, telepon pintar, dan tablet telah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Perangkat digital digunakan untuk mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, mencari informasi, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan. Kondisi tersebut membuat screen time atau waktu yang dihabiskan di depan layar perlu dikelola secara bijak.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar) Denrich Suryadi, M.Psi., Psikolog, mengatakan, screen time tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya seseorang menggunakan perangkat digital. Tujuan, jenis aktivitas, dan pola penggunaan juga perlu diperhatikan.

Penggunaan layar untuk kegiatan akademik, misalnya, memiliki karakter berbeda dengan penggunaan untuk hiburan. Persoalan dapat muncul ketika penggunaan perangkat digital mulai sulit dikendalikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut Denrich, penggunaan layar yang berlebihan, terutama untuk aktivitas non-akademik, dapat memengaruhi konsentrasi. Kebiasaan memeriksa notifikasi atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dapat memecah perhatian sehingga proses belajar menjadi kurang efektif.

Penggunaan gawai yang bermasalah juga dapat berkaitan dengan kondisi emosional, antara lain kecemasan, gejala depresi, serta kesulitan dalam mengatur emosi. Sebaliknya, tekanan emosional dapat pula mendorong seseorang lebih sering menggunakan gawai sebagai cara untuk mengalihkan perhatian atau menghadapi tekanan.

Dampak lainnya dapat terlihat pada kegiatan akademik. Waktu penggunaan layar yang tidak terkontrol berpotensi mengurangi waktu belajar, mengganggu kualitas tidur, serta memengaruhi kemampuan mempertahankan fokus.

Kebiasaan menggunakan gawai menjelang tidur juga perlu diperhatikan karena dapat mengurangi waktu dan kualitas istirahat. Di sisi lain, aktivitas sederhana seperti membuka media sosial “sebentar” dapat berlangsung lebih lama dari yang direncanakan sehingga mengurangi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan atau belajar.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya durasi, melainkan juga tujuan, konten, dan pola penggunaan layar,” ujar Denrich.

Tidak Ada Satu Batas untuk Semua

Lantas, berapa lama screen time yang ideal bagi mahasiswa?

Denrich menjelaskan, tidak ada satu batas waktu yang berlaku sama bagi setiap mahasiswa. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan apakah penggunaan perangkat digital mulai mengorbankan kebutuhan dasar, seperti tidur yang cukup, aktivitas fisik, kegiatan akademik, dan interaksi sosial.

Karena itu, pengelolaan _screen time_ tidak cukup dilakukan hanya dengan menghitung jumlah jam penggunaan gawai. Mahasiswa dapat mulai membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dengan menentukan tujuan sebelum membuka perangkat, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, serta mengambil jeda secara berkala ketika menggunakan layar dalam waktu lama.

Waktu bebas gawai juga dapat diterapkan, misalnya saat makan atau menjelang tidur. Sebagian waktu yang biasanya digunakan untuk hiburan digital dapat dialihkan pada aktivitas fisik maupun interaksi langsung dengan orang lain.

Mahasiswa juga dapat mengevaluasi penggunaan perangkat secara berkala dengan membedakan waktu yang digunakan untuk kepentingan akademik dan hiburan. Langkah tersebut membantu mengenali pola penggunaan digital dalam keseharian.

Jika penggunaan gawai mulai sulit dikendalikan hingga mengganggu aktivitas dan berkaitan dengan persoalan pengendalian diri, Denrich menyarankan mahasiswa berkonsultasi dengan psikolog profesional.

Mengelola screen time pada akhirnya bukan berarti menjauhi teknologi. Perangkat digital tetap memiliki peran penting dalam kehidupan mahasiswa. Tantangannya adalah menggunakan teknologi secara sadar dan terarah agar tetap mendukung proses belajar dan aktivitas sehari-hari tanpa mengorbankan konsentrasi, produktivitas, kualitas tidur, serta kesejahteraan psikologis.

Tulisan ini disusun dari perspektif psikologi untuk kepentingan edukasi dan literasi digital mahasiswa serta bukan pengganti konsultasi profesional di bidang kesehatan mental.

(VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

18 Agustus Awal Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027
25 Agustus Maulid Nabi Muhammad S.A.W
1 Oktober Dies Natalis ke-67 Untar

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR