Dok: Humas Untar – RJ
M. Fankar Umran resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen (DIM) setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keinginan Menggunakan Teknologi Asuransi (Insurtech) di Kalangan Generasi Z di Indonesia Dengan Menggunakan Extended D-M Model” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar, Senin (27/10/2025).
Sidang terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. dan bertindak sebagai Promotor Utama Prof. Dr. Haris Maupa, S.E., M.Si., Pendamping Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., A.E., serta Andi Muhammad Sadat, S.E., M.Si., Ph.D.
Penelitian Fankar berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi keinginan Generasi Z untuk menggunakan teknologi asuransi (Insurtech) di Indonesia. Dengan menggunakan Extended DeLone & McLean Model (2003), penelitian ini menambahkan dua variabel baru yaitu persepsi kepercayaan dan harapan terhadap regulasi. Data diperoleh melalui survei daring terhadap 431 responden Generasi Z di sepuluh kota besar Indonesia, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS v4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas layanan, dan harapan terhadap regulasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan menggunakan Insurtech. Namun, persepsi kepercayaan terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan, serta tidak berperan sebagai variabel mediasi. Model penelitian ini dinyatakan memiliki validitas dan reliabilitas tinggi dengan kemampuan menjelaskan variasi keinginan penggunaan Insurtech sebesar 57 persen, serta variasi persepsi kepercayaan sebesar 69 persen.
Fankar yang menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Asuransi Kredit Indonesia menyampaikan kepeduliannya terhadap isu lingkungan di Indonesia. “Kondisi polusi di Indonesia terutama Jakarta sangat parah. Kendaraan berbahan minyak sangat berkontribusi terhadap pencemaran, maka dari itu kendaraan listrik dapat menjadi salah satu solusi,” ujarnya.
Fankar dinyatakan lulus dengan predikat “Cum Laude” meraih IPK 4.00 serta memiliki publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus sesuai bidang keilmuan. Ia menjadi doktor ke-18 dari Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar, memperkuat posisi Untar sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan akademisi dan peneliti berintegritas.
(WA/YS)

