Dok: Humas Untar – CS
Dr. Saut Batara Siahaan mengembangkan model adaptif untuk perencanaan tenaga kerja ahli pada proyek konstruksi melalui disertasi berjudul “Pemodelan Alokasi Tenaga Kerja Ahli Multi-Proyek Berbasis Risiko dan Efektivitas dengan Pendekatan System Dynamics” yang dipertahankannya dalam sidang ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara (Untar), Selasa (30/6/2026), di Kampus I Untar.
Model tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengalokasikan tenaga kerja ahli secara lebih akurat pada proyek konstruksi yang berlangsung secara bersamaan dengan mempertimbangkan risiko dan efektivitas pelaksanaan.
Penelitian dilatarbelakangi tantangan pengelolaan tenaga kerja ahli pada proyek konstruksi fasilitas industri yang dikerjakan secara paralel. Kondisi tersebut kerap menimbulkan ketidakseimbangan kebutuhan tenaga kerja yang berujung pada keterlambatan penyelesaian proyek, peningkatan biaya, dan menurunnya efektivitas pelaksanaan.
Melalui pendekatan system dynamics, Saut mengembangkan model yang mengintegrasikan risiko proyek, risiko multi-proyek, dan efektivitas pelaksanaan untuk memprediksi kebutuhan tenaga kerja ahli secara dinamis. Model tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja sesuai perubahan kondisi proyek sehingga perencanaan sumber daya menjadi lebih akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja ahli berubah mengikuti tingkat risiko dan tahapan pelaksanaan proyek. Model yang dikembangkan mampu merepresentasikan perubahan tersebut secara konsisten sekaligus menghasilkan estimasi tambahan kapasitas tenaga kerja yang diperlukan sebagai respons terhadap dinamika proyek.
“Ketika kebutuhan tenaga kerja dapat direncanakan secara lebih akurat, pembangunan fasilitas industri maupun infrastruktur dapat berjalan lebih tepat waktu sehingga manfaatnya dapat lebih cepat dirasakan masyarakat,” tegas pria kelahiran Balige, Sumatera Utara tersebut.
Disertasi ini juga menawarkan kebaruan melalui integrasi risiko proyek, risiko multi-proyek, dan efektivitas pelaksanaan ke dalam satu model system dynamics untuk perencanaan tenaga kerja ahli pada lingkungan multi-proyek. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri konstruksi dalam menyusun strategi pengelolaan tenaga kerja yang lebih adaptif, sekaligus memperkaya pengembangan ilmu manajemen proyek berbasis system dynamics.
Dalam sidang tersebut, Saut dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai doktor ke-112 Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Untar. (CS/YS)

