Pilih Laman
Model Baru Floating Breakwater Redam Gelombang Lebih Efektif

30 Juni 2026

Oleh: Humas Virly

Share

Dok: Humas Untar – VC

Pemecah gelombang terapung (floating breakwater) dengan ponton yang lebih lebar dan sistem tambat (mooring) yang teroptimasi terbukti mampu meredam energi gelombang secara lebih efektif. Temuan tersebut dipaparkan Hotma Harapan Saragih dalam sidang ujian terbuka Program Studi Doktor Teknik Sipil Universitas Tarumanagara (Untar), Selasa (30/6/2026), melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Eksperimental pada Pemecah Gelombang Terapung”.

Penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan akan teknologi perlindungan pesisir yang lebih efisien, terutama pada wilayah yang tidak memungkinkan pembangunan pemecah gelombang konvensional. Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan model floating breakwater beserta sistem tambatnya untuk mengurangi transmisi energi gelombang pada berbagai kondisi perairan.

Melalui pendekatan eksperimen laboratorium, simulasi hidrodinamika menggunakan Flow-3D, serta analisis struktural dan dinamika mooring menggunakan MOSES, penelitian ini mengevaluasi pengaruh bentuk ponton dan konfigurasi sistem tambat terhadap kemampuan struktur dalam meredam gelombang.

Risetnya menunjukkan bahwa model MUIA yang memiliki ponton lebih lebar menghasilkan koefisien transmisi (Kt) lebih rendah dibandingkan model MUIB sehingga mampu meredam gelombang secara lebih konsisten. Analisis juga menunjukkan bahwa respons gerak struktur, gaya konektor, anchor pull, dan distribusi tegangan tali tambat dipengaruhi oleh frekuensi gelombang, sehingga diperlukan konfigurasi sistem tambat yang optimal.

Menurut Hotma, model ponton yang lebih lebar dengan konfigurasi tambat catenary yang telah dioptimalkan mampu memberikan performa peredaman gelombang yang lebih baik, terutama pada gelombang berfrekuensi rendah. Ia juga menjelaskan bahwa simulasi menggunakan Flow-3D dapat dimanfaatkan sebagai tahap awal perancangan, tetapi tetap perlu dikalibrasi melalui pengujian di wave flume. Selanjutnya, hasil simulasi perlu diintegrasikan ke dalam analisis MOSES untuk memastikan keamanan sistem tambat sekaligus menentukan kebutuhan penguatan dan pemantauan struktur.

Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui integrasi hasil eksperimen laboratorium, simulasi hidrodinamika, dan analisis dinamika mooring dalam satu pendekatan pengembangan floating breakwater. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan infrastruktur pesisir yang lebih efektif, aman, dan andal dalam menghadapi energi gelombang, sekaligus memperkaya kajian rekayasa pantai di Indonesia.

Hotma Harapan Saragih berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Promotor Utama Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D., Promotor Pendamping Dr. Tech. Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T., serta Ketua Sidang yang juga Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. Ia dinyatakan lulus dengan predikat pujian dan dikukuhkan sebagai doktor ke-111 Program Studi Doktor Teknik Sipil Untar. (VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR