Pict Source: iStock.Photo
Hari Bhakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) diperingati setiap 29 Juli sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan perjuangan para perintis TNI AU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan ini berakar dari Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947 yang mengingkari Perjanjian Linggarjati. Di tengah keterbatasan kekuatan, TNI AU tetap menjalankan berbagai misi, termasuk misi kemanusiaan untuk mengirimkan bantuan bagi rakyat Indonesia. Dalam menjalankan tugas tersebut, Komodor Muda Udara Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo gugur setelah pesawat yang mereka tumpangi ditembak jatuh oleh Belanda. Pengorbanan mereka kemudian menjadi dasar penetapan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.
Semangat pengabdian, keberanian, dan cinta tanah air yang diwariskan para pejuang TNI AU menjadi nilai yang tetap relevan hingga saat ini. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui upaya mempertahankan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kontribusi berbagai elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi, Universitas Tarumanagara (Untar) turut menumbuhkan semangat nasionalisme melalui pelaksanaan Misi Untar ke-3, yaitu “Menyelenggarakan kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni secara berkesinambungan.” Melalui tridarma perguruan tinggi, Untar berupaya memperkuat rasa cinta tanah air, mendorong kepedulian terhadap masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. (CJ/YS)

