Dok: Humas Untar – RJ
Karakteristik tanah vulkanik tropis yang sensitif terhadap perubahan kadar air menjadi salah satu faktor penyebab longsor di ruas Jalan Dolok Sanggul–Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kondisi tersebut memerlukan penanganan geoteknik yang tepat untuk mencegah kerusakan jalan sekaligus menjamin keselamatan pengguna.
Temuan itu merupakan hasil penelitian Semangat Marudut Tua Debatraja yang dipaparkan dalam Sidang Terbuka Program Doktor Teknik Sipil Universitas Tarumanagara (Untar) di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Melalui disertasi berjudul “Mekanisme Keruntuhan Lereng pada Tanah Vulkanik Tropis Menggunakan Pendekatan Metode Keseimbangan Batas dan Elemen Hingga”, Semangat meneliti pengaruh sifat fisik dan mekanis tanah serta perubahan iklim dan kadar air terhadap kestabilan lereng.
Penelitian dilakukan di ruas Jalan Provinsi Dolok Sanggul–Pakkat, tepatnya di Desa Arbaan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kawasan tersebut berulang kali mengalami longsor sepanjang periode 2017–2025 sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran transportasi.
Longsor di kawasan itu tidak hanya mengakibatkan kerusakan badan jalan, tetapi juga menyebabkan kegagalan dinding penahan tanah, gangguan lalu lintas berkepanjangan, serta meningkatkan risiko kecelakaan kendaraan.
Menurut Semangat, tanah vulkanik tropis di lokasi penelitian memiliki karakteristik plastisitas tinggi, permeabilitas rendah, dan kepekaan terhadap perubahan kadar air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kestabilan lereng, terutama ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Untuk memahami mekanisme keruntuhan lereng, Semangat melakukan serangkaian pengujian tanah di laboratorium dan lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode Fellenius dan Bishop serta pemodelan numerik dengan perangkat lunak PLAXIS 3D.
“Penggunaan tiga metode Fellenius, Bishop, dan PLAXIS 3D memastikan akurasi hasil yang didapat,” ujar Semangat.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan longsor dan perbaikan infrastruktur jalan yang sesuai dengan karakteristik tanah setempat. Penerapannya juga diarahkan untuk meningkatkan kestabilan lereng serta menjaga keselamatan masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.
Semangat berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang dipimpin Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. Ia meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan dan tercatat sebagai Doktor Teknik Sipil ke-116 Untar.
Penelitian ini menjadi salah satu kontribusi akademik dalam upaya menjawab persoalan infrastruktur di daerah rawan longsor, sekaligus membuka peluang penerapan hasil riset geoteknik untuk mendukung keselamatan dan keberlanjutan akses transportasi masyarakat. (CJ/YS)

