Dok: Humas Untar – CS
Penelitian mengenai daya dukung tiang bor membuka peluang bagi perencanaan fondasi bangunan yang lebih efisien, khususnya pada kondisi tanah di Jakarta. Melalui pengembangan model prediksi berbasis pengujian lapangan, kebutuhan jumlah tiang fondasi berpotensi dikurangi tanpa mengabaikan aspek keselamatan konstruksi.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Ali Iskandar melalui disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Prediksi Daya Dukung Tiang Bor”. Ali dikukuhkan sebagai doktor ke-115 Program Doktor Ilmu Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) Universitas Tarumanagara (Untar), di Kampus I Untar, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Penelitian Ali berangkat dari tantangan perencanaan fondasi bangunan pada kondisi tanah tersementasi (cemented soil) yang banyak dijumpai di Jakarta. Metode perhitungan konvensional dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik tanah tersebut sehingga perkiraan daya dukung fondasi berpotensi lebih rendah daripada kemampuan sebenarnya.
Untuk menjawab persoalan itu, Ali mengembangkan model prediksi daya dukung tiang bor dengan memanfaatkan data pengujian langsung di lapangan. Model tersebut dirancang agar perhitungan lebih sesuai dengan karakteristik tanah setempat sekaligus membantu para praktisi teknik sipil menentukan kebutuhan fondasi secara lebih tepat.
“Di sini saya membuat alat bantu untuk para engineer, terutama di Jakarta, ketika menghadapi tanah cemented soil, supaya bisa menghitung dengan lebih efisien,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan menghasilkan prediksi daya dukung tiang bor sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan metode perhitungan yang selama ini digunakan. Temuan tersebut membuka peluang pengurangan jumlah tiang yang dibutuhkan dalam perencanaan fondasi sehingga biaya konstruksi berpotensi lebih efisien.
Meski demikian, Ali menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengesampingkan keselamatan bangunan. Hasil perhitungan menggunakan model tersebut tetap harus diverifikasi melalui pengujian langsung di lapangan untuk memastikan fondasi mampu menahan beban sesuai kebutuhan konstruksi.
Pengembangan model ini diharapkan dapat menjadi alternatif perhitungan bagi praktisi geoteknik, terutama dalam menghadapi karakteristik tanah Jakarta yang membutuhkan pendekatan khusus dalam perencanaan fondasi.
Selain aktif sebagai dosen FT Untar, Ali merupakan salah satu pendiri (co-founder), direktur, sekaligus Senior Geotechnical Engineer di PT Solusi Andal Geointegra. Ia juga berkiprah sebagai asesor kompetensi geoteknik di LSP Geoteknik Indonesia.
Melalui penelitian tersebut, Ali berupaya menjembatani pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan praktis dunia konstruksi. Temuannya menawarkan pendekatan perencanaan fondasi yang lebih efisien dengan tetap menempatkan keselamatan bangunan sebagai pertimbangan utama. (CS/YS)

