Pilih Laman
DPM FSRD Bimbing UMKM Desa Wisata Ciburial Perkuat Branding

3 Juli 2026

Oleh: Humas Virly

Share

Dok: DPM FSRD Untar

Sebagai wujud implementasi ilmu desain bagi masyarakat, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk PREMASEVA: Small Act, Big Impact di Desa Wisata Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (03/07/2026).

Melalui penerapan materi perkuliahan di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV), kegiatan ini berfokus pada penguatan identitas merek (branding) UMKM sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing ekonomi kreatif masyarakat.

Bakti sosial yang menghadirkan langsung keterlibatan mahasiswa bersama pelaku usaha lokal ini sudah menjadi agenda tahunan DPM FSRD Untar. Melalui pendekatan yang mengacu pada kompetensi yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah, kegiatan ini berfokus pada peningkatan daya saing tujuh UMKM Desa Wisata Ciburial melalui penguatan identitas merek (branding).

Melalui sesi konsultasi, mahasiswa bersama pelaku UMKM mengidentifikasi kebutuhan dan potensi masing-masing usaha yang kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan logo, desain kemasan (packaging), serta berbagai elemen identitas visual lainnya. Pendampingan ini menjawab kebutuhan UMKM untuk membangun citra produk yang lebih profesional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

Ketua pelaksana kegiatan ini, Felix Iverson, menyampaikan bahwa PREMASEVA tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan solusi yang memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Melalui PREMASEVA tahun ini, kami ingin menghadirkan kontribusi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pendampingan branding untuk UMKM hingga penyusunan action plan pengembangan Desa Wisata Ciburial merupakan bentuk upaya kami agar hasil kegiatan ini dapat terus dimanfaatkan setelah program berakhir,” ujar mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Pada kesempatan yang sama, terdapat sesi konsultasi branding bersama para pelaku UMKM yang berlangsung secara interaktif. Tim juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha peserta, termasuk ke peternakan lebah madu, guna memahami proses produksi, karakter usaha, serta potensi yang dapat diangkat sebagai identitas merek.

Dosen pendamping, Andreas, S.Sn., M.Ds., menilai bahwa proses pendampingan secara langsung menjadi pengalaman yang penting bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Branding bukan hanya tentang membuat logo, tetapi bagaimana sebuah usaha mampu menyampaikan cerita, karakter, dan nilai yang dimilikinya. Melalui proses pendampingan ini, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.”

Melalui PREMASEVA, DPM FSRD Untar berharap pendampingan branding UMKM dan rekomendasi pengembangan kawasan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing Desa Wisata Ciburial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Program ini sekaligus merefleksikan implementasi kompetensi mahasiswa FSRD Untar dalam menghadirkan solusi desain yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. (VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR