Dok: Humas Untar – RJ
Universitas Tarumanagara (Untar) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Kampus I Untar, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru untuk menghadapi berbagai tantangan dan mengembangkan potensi agar dapat berkontribusi bagi masyarakat.
Kepala BNN Komjen. Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. mengatakan, masa depan generasi muda dapat terhambat apabila mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki ketahanan diri untuk menjaga berbagai peluang yang dapat diraih pada masa mendatang.
“Endless possibilities dapat diraih apabila generasi muda mampu menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat menghentikan masa depan, salah satunya narkotika,” ujarnya dalam Sesi Kuliah Umum Perdana PKKMB Untar 2026.

Suyudi saat memaparkan materi kepada mahasiswa baru Untar // Dok: Humas Untar – RJ
Dalam kuliah umum bertajuk “Generasi Muda Bebas Narkoba: Menjaga Endless Possibilities dengan Ketahanan Diri” itu, Suyudi juga menilai Untar memiliki lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan generasi masa depan. Nilai Integrity, Professionalism, dan Entrepreneurship (IPE), menurut dia, dapat menjadi landasan mahasiswa dalam mengembangkan diri.
PKKMB Untar 2026 mengusung tema “Embrace the Adventure of Endless Possibilities: Move Beyond Expectation”. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa baru dari berbagai fakultas.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. mengatakan, mahasiswa perlu menjadikan integritas sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan akademik dan profesional. Selain itu, profesionalisme, keberanian menciptakan solusi inovatif, serta kemampuan berkolaborasi diperlukan untuk membuka berbagai peluang.
Ketua Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. juga mengingatkan mahasiswa baru agar memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun jejaring dan menentukan arah masa depan.
Mahasiswa, menurutnya, perlu memiliki target, peta jalan, jejaring, dan minat yang kuat untuk mencapai tujuan.
Selain BNN, Polri turut memberikan pembekalan melalui Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si. Dalam sesi bertajuk “Facing the Future: Polri, Kampus, dan Generasi Masa Depan”, ia menjelaskan peran Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat, menjaga ketertiban umum, serta menciptakan rasa aman.

Eko dalam sesi kuliah umum perdana di PKKMB Untar 2026 hari kedua // Dok: Humas Untar – RJ
Eko juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif sebagai bagian dari masyarakat. Apabila menemukan dugaan penyelewengan di lingkungan Polri, mahasiswa dapat menyampaikannya melalui mekanisme pengawasan yang tersedia.
“Mahasiswa harus terus mengembangkan potensi diri, berpikir kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pembekalan bagi mahasiswa baru juga diberikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untar Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog. Dalam sesi tersebut, mahasiswa didorong untuk bersikap proaktif, mandiri, dan bertanggung jawab serta memahami peran perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (VC/YS)

