Dok: DPM FSRD Untar
Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (DPM FSRD) Untar menyelenggarakan kegiatan Studi Ekskursi bertajuk “Mosaica: Making Stories Through Art and Culture” di Universiti Teknologi MARA pada 8–10 Mei 2026. Program ini merupakan bagian dari agenda Divisi Penelitian dan Pengembangan DPM FSRD Untar yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa melalui pertukaran budaya, pengalaman akademik, serta eksplorasi seni dan desain lintas negara.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior yang bergabung dalam DPM FSRD Untar, dengan didampingi oleh tiga dosen FSRD, yaitu Toto Mujio Mukmin, S.Sn., M.Hum., Dr. Siti Nurannisaa Parama Bekti, S.Sn., M.Pd., serta Anastasia Cinthya Gani, S.Ds., M.Ars.
Ketua Pelaksana Studi Ekskursi, Michelline Erenia Harefa, menjelaskan bahwa tema “Mosaica: Making Stories Through Art and Culture” terinspirasi dari konsep mosaik yang terdiri atas berbagai potongan berbeda, tetapi mampu membentuk kesatuan yang indah dan bermakna.
“Kami memilih tema ini karena berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari budaya, bahasa, hingga pengalaman yang berbeda. Namun melalui pengalaman bersama dan karya kreatif, kami percaya bahwa perbedaan tersebut dapat dipersatukan menjadi sesuatu yang bermakna dan indah,” ujarnya.
Menurut Michelline, keberagaman menjadi nilai penting dalam proses pembelajaran selama studi ekskursi berlangsung. Melalui interaksi budaya dan pengalaman kreatif bersama, peserta diajak memahami bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi.
Ketua Umum DPM FSRD Untar, Bernanto Aditya Kosasih, turut menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya program tersebut. “Banyak sekali rintangan untuk bisa sampai di tempat ini, dimulai dari harga tiket pesawat yang naik dan lain sebagainya. Tapi saya percaya semua itu akan terbayarkan karena di sini kami dapat menambah relasi dan belajar banyak, baik dari pihak Untar maupun UiTM,” katanya.
Bernanto berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Untar dan UiTM sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang seni, budaya, dan pendidikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPM FSRD Untar serta pihak UiTM yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Studi Ekskursi 2026 yang dilakukan oleh DPM FSRD diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman lintas budaya, memperluas perspektif kreatif, serta membangun jejaring internasional yang dapat mendukung pengembangan akademik maupun profesional di bidang seni dan desain. (KS/YS)

