Pilih Laman
Berhasil Pertahankan Disertasi, Irma Sepriyanna Resmi Sandang Gelar Doktor Teknik Sipil Untar ke-109

15 April 2026

Oleh: Humas Virly

Share

Dok: Humas Untar – RJ

Program Studi Doktor Teknik Sipil Untar menggelar sidang ujian terbuka pada Rabu (15/04/2026) di Kampus I Untar. Pada kesempatan tersebut, Dr. Irma Sepriyanna resmi menyandang gelar doktor teknik sipil ke-109 setelah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Penetapan kelulusan dilakukan oleh Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M.

Sidang terbuka ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan penguji, di antaranya Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Wilson Kosasih, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. Tim penguji terdiri atas penguji eksternal Dr. Russ Bona Frazila, S.T., M.T., serta penguji internal Ir. Oei Fuk Jin, S.T., M.Eng., D.Eng. dan Dr. Eri Susanto Hariyadi, S.T., M.T. Adapun promotor utama dalam disertasi ini adalah Ir. Leksmono S.P., M.T., Ph.D., dengan promotor pendamping Prof. Dr. Ir. Bambang Sugeng Subagio, DEA.

Dalam disertasinya, Dr. Irma mengangkat isu pembangunan infrastruktur yang terus berkembang pesat, baik di tingkat nasional maupun global. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan aspal, yang hingga kini masih bergantung pada impor. Selain itu, penggunaan bahan pengikat (binder) dalam campuran aspal juga berpotensi menurunkan kinerja, seperti menyebabkan retak lebih cepat.

Penelitian yang dilakukan berfokus pada pemanfaatan waste cooking oil (WCO) atau minyak jelantah sebagai bahan campuran dalam pembuatan aspal. Pemanfaatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas campuran, tetapi juga sebagai upaya mengurangi limbah. Namun demikian, kandungan asam lemak bebas dalam WCO dapat menurunkan kinerja campuran, sehingga diperlukan proses pemurnian.

Sebagai kebaruan (novelty), penelitian ini menggunakan WCO yang telah dipurifikasi dengan metode adsorben bentonite untuk dijadikan rejuvenator pada Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Dr. Irma turut menyertakan tujuan dari penelitian ini, “guna memperoleh komposisi optimum penggunaan treated WCO serta menganalisis pengaruhnya terhadap sifat fisik dan mekanik campuran, seperti ketahanan deformasi permanen, modulus kekakuan, serta ketahanan terhadap retak akibat kelelahan,” ungkapnya

Berdasarkan hasil penelitian, Dr. Irma menyimpulkan bahwa penggunaan treated WCO efektif sebagai rejuvenator dalam meningkatkan kinerja RAP. Hal ini ditunjukkan melalui perbaikan sifat kimia dan struktur molekuler, peningkatan kinerja reologi dan Marshall, ketahanan terhadap deformasi permanen (rutting), serta peningkatan modulus resilien dan umur lelah (fatigue life). Disertasi yang berjudul “Evaluasi Peningkatan Kinerja Reclaimed Asphalt Pavement pada Lapisan AUS Menggunakan Rejuvenator Treated Waste Cooking Oil” berhasil dipertahankan dengan baik dalam sidang terbuka tersebut. (VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR