Pilih Laman
Desain Interior Untar dan BLANCO Bentuk Desainer Muda Lewat “BLANCO Design Competition”

5 Desember 2025

Oleh: Humas Keiko

Share

Dok: FSRD Untar

Program Studi Desain Interior (DI) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada praktik industri melalui penyelenggaraan “BLANCO Design Competition: Designing The Future of Kitchen Living”, kompetisi desain hasil kolaborasi dengan BLANCO, salah satu brand ternama di bidang perlengkapan dapur. Acara final dan awarding competition digelar pada Jumat (5/12/2025) di EPIC Design Space, Gedung R Kampus I Untar.

Sebanyak 20 finalis mempresentasikan hasil karya terbaik mereka di hadapan jajaran dewan juri, yakni Regional Sales Director BLANCO Asia Pacific Jeffrey Soh, Creative Director Eurotheum Orlena Kusnadi, dosen DI Untar Dwi Sulistyawati, S.Sn., M.T.Ars., dan alumni DI Untar Davin Dwi Purnomo. Para finalis menampilkan gagasan desain yang menggabungkan estetika, fungsi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna di era modern, sebuah kompetensi yang semakin krusial dalam industri desain interior.

Dalam sambutannya, Jeffrey Soh mengapresiasi para finalis yang telah berhasil masuk ke tahap akhir kompetisi ini. Ia menegaskan bahwa setiap karya membawa cerita dan karakter yang patut diapresiasi. “Saya ingin mendukung seluruh hasil karya finalis yang sudah sampai di babak final ini. Saya yakin masing-masing karya kalian memiliki cerita dan latar belakang yang unik,” ujarnya.

Potret para dewan juri saat menilai karya dari 20 Finalis // Dok: FSRD Untar

Ketua Program Studi Sarjana Desain Interior Untar, Dr. Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M., turut menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan sarana penting untuk mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri. Menurutnya, kompetisi desain yang didukung mitra industri memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi, memahami tuntutan pasar, hingga mengetahui standar profesional yang berlaku. Ia menekankan bahwa dipamerkannya karya pemenang di Indonesia Design District (IDD) menunjukkan bahwa dunia industri membutuhkan gagasan segar dari para desainer muda.

Setelah serangkaian presentasi, dewan juri menetapkan para pemenang kompetisi. Juara I diraih oleh Charine Erdianti, disusul Natasya Putri sebagai Juara II, Kayne Pratama sebagai Juara III, serta Prisilia Pingkan Makanoneng sebagai Juara Favorit. Charine berhasil memukau seluruh juri melalui karya bertajuk “Timeless Precision: A Mid-Century Modern Kitchen Design”, sebuah konsep desain yang terinspirasi dari estetika tahun 1940–1960-an dan dipadukan dengan fitur seamless modern kitchen. Menurut Charine, pemilihan tema Mid-Century Modern didasarkan pada meningkatnya minat pasar terhadap gaya tersebut, sehingga desainnya tidak hanya artistik tetapi juga relevan secara komersial.

Charine menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Baginya, mengikuti kompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi tentang keberanian untuk tampil dan mengerahkan kemampuan terbaik. “Ikut lomba itu bukan soal menang, tetapi soal berani memberikan yang terbaik dari diri kita,” pesannya.

Melalui kompetisi ini, kolaborasi Untar dan BLANCO tidak hanya membuka ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi Prodi DI Untar sebagai institusi yang konsisten menyiapkan desainer muda dengan wawasan relevan, kemampuan inovatif, dan sensitivitas terhadap kebutuhan pasar.

(VA/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR