Dok: Humas Untar
Suwandi resmi meraih gelar Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan di Ruang Auditorium, Gedung M Kampus I Untar, Jumat (31/10/2025).
Sidang terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., dengan Promotor Utama Prof. Dr. Ir. Sarwono Hardjomuljadi, M.T., M.H., serta Promotor Pendamping Dr. Ir. Onnyxiforus Gondokusumo, M.Eng..
Tim penguji terdiri dari Prof. Ir. Rizal Z. Tamin, M.Sc., Ph.D., Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., Prof. Ridho Bayuaji, S.T., M.T., Ph.D., Ir. Oei Fuk Jin, S.T., M.Eng., D.Eng., dan Ir. Harto Tanujaya, S.T., M.T., Ph.D.
Dalam sidang tersebut, Suwandi memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Peran Konsultan Pendamping Owner dalam Peningkatan Kualitas Dokumentasi Desain Proyek Konstruksi Bangunan Pemerintah.”
Penelitian Suwandi berangkat dari fakta bahwa banyak proyek konstruksi pemerintah masih mengalami keterlambatan dan pembengkakan biaya akibat dokumen desain yang kurang matang. Ia menyoroti pentingnya peran owner dalam menyiapkan data dan informasi sejak tahap perencanaan, namun di lapangan, kemampuan teknis dan pengalaman pejabat pembuat komitmen (PPK) seringkali belum memadai.
Untuk itu, Suwandi mengusulkan penguatan peran Konsultan Pendamping Owner (KPO) sebagai tenaga profesional yang dapat membantu pemerintah dalam proses desain. KPO berperan memberikan masukan teknis, meninjau kelengkapan dokumen, serta memperlancar komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa keterlibatan KPO berdampak langsung pada peningkatan kualitas dokumen desain proyek pemerintah, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan transparan.
Melalui penelitiannya, Suwandi berharap hasil temuannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem pengelolaan proyek pemerintah. “Peran konsultan pendamping bukan hanya membantu secara teknis, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan perencanaan proyek berjalan efektif, efisien, dan akuntabel,” ungkapnya.
Dalam sidang tersebut, Suwandi yang juga merupakan anggota Komando Armada Republik Indonesia, berhasil menyandang gelar Doktor Teknik Sipil ke-101 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan predikat “Sangat Memuaskan.”
(VA/YS)

