Pict Source: iStock.Photo
Menjelang akhir masa perkuliahan, ruang-ruang sidang di berbagai kampus mulai dipenuhi mahasiswa yang bersiap mempresentasikan proposal skripsi. Bagi sebagian orang, momen tersebut menjadi langkah awal menuju penyelesaian studi. Namun, tidak sedikit yang justru dihantui rasa cemas saat harus mempertanggungjawabkan rancangan penelitiannya di hadapan dosen penguji.
Perasaan gugup itu, menurut Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Untar) Nigar Pandrianto, S.Sos., M.S., merupakan hal yang wajar. Sebagian besar mahasiswa menghadapi sidang proposal untuk pertama kalinya sehingga muncul ketidakpastian mengenai pertanyaan maupun aspek yang akan menjadi perhatian penguji.
“Kecemasan merupakan hal yang lumrah karena mahasiswa belum mengetahui secara pasti apa yang akan diuji dalam presentasi. Ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka,” ujar Nigar.
Menurut dia, keberhasilan presentasi proposal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga oleh pemahaman yang utuh terhadap penelitian yang diajukan. Mahasiswa perlu menguasai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, hingga metodologi yang digunakan. Penguji umumnya akan menyoroti alasan pemilihan topik, relevansi teori, serta metode yang dipilih untuk menjawab permasalahan penelitian.
Karena itu, persiapan sebaiknya tidak berhenti pada penyusunan materi presentasi. Mahasiswa juga dapat berlatih menjawab berbagai kemungkinan pertanyaan yang bersifat substantif, seperti urgensi penelitian, dasar pemilihan teori, maupun kontribusi penelitian yang diharapkan. Latihan semacam ini membantu membangun kepercayaan diri sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis saat berdiskusi dengan penguji.
Nigar juga mengingatkan agar mahasiswa memandang sidang proposal sebagai bagian dari proses penyempurnaan penelitian. Setiap masukan dan kritik dari dosen penguji perlu dicatat, kemudian dipertimbangkan relevansinya untuk memperbaiki rancangan penelitian.
“Nikmati diskusi ilmiahnya, tetap tenang, jujur, dan berpikir secara logis. Terbukalah terhadap revisi karena sidang proposal akan membawa mahasiswa semakin dekat dengan kelulusan sekaligus menjadi peneliti yang lebih matang,” katanya.
Dengan persiapan yang matang dan sikap terbuka terhadap masukan, sidang proposal tidak lagi hanya menjadi ujian yang menegangkan, melainkan kesempatan untuk mengasah kualitas penelitian sebelum memasuki tahap pelaksanaan skripsi. (CJ/YS)

