Dok: Humas Untar – VC
Budaya kerja yang mendukung penerapan lean management menjadi faktor penting dalam meningkatkan inovasi dan kinerja perusahaan manufaktur. Penerapan praktik manajemen yang berfokus pada efisiensi tersebut terbukti lebih efektif ketika diikuti budaya organisasi yang mendorong seluruh karyawan menjalankan prinsip-prinsip lean secara konsisten.
Hal itu disampaikan Dr. Lithrone Laricha Salomon melalui disertasi yang dipertahankan dalam sidang ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Tarumanagara (Untar), Jumat (26/6/2026).
Penelitian berjudul “Pengaruh Lean Management Practice dan Innovation Performance terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Manufaktur Makanan di Jakarta” juga mengkaji peran lean culture dalam memperkuat implementasi manajemen lean di perusahaan.
Menurut Lithrone, penerapan Lean Management Practice yang didukung budaya lean serta kemampuan organisasi menyerap dan mengelola pengetahuan akan mendorong peningkatan inovasi sekaligus memperkuat kinerja operasional perusahaan.
“Penyebaran budaya lean di kalangan karyawan dapat membantu manajemen menerapkan Lean Management Practice secara lebih efektif dan efisien sehingga tujuan lean manufacturing dapat tercapai dan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lean Management Practice berpengaruh positif terhadap absorptive capacity, innovation performance, dan firm performance. Penelitian ini juga membuktikan bahwa absorptive capacity meningkatkan kemampuan perusahaan menghasilkan inovasi sekaligus memperbaiki kinerja. Sementara itu, lean culture terbukti memperkuat hubungan antara penerapan Lean Management Practice dan peningkatan kinerja perusahaan.
Menurut Lithrone, temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan daya saing industri tidak cukup hanya mengandalkan penerapan metode kerja yang efisien. Keberhasilan implementasi lean management juga ditentukan oleh budaya organisasi yang mendukung perubahan serta kemampuan perusahaan mengelola dan memanfaatkan pengetahuan sebagai dasar inovasi.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perusahaan manufaktur dalam merancang strategi peningkatan produktivitas yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada penguatan budaya organisasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Lithrone dinyatakan lulus dengan predikat pujian dan dikukuhkan sebagai doktor ke-29 pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar. Sidang dipimpin Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., dengan promotor utama Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., A.E., serta promotor pendamping Dr. Eko Suhartanto, S.T., M.T., Ph.D. (VC/YS)

