Dok: Humas Untar – RJ
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Untar, Kamis (26/2/2026), dimaknai bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan momentum untuk menegaskan komitmen penguatan harmoni dan kolaborasi di lingkungan kampus melalui tema “Flourish Beyond Fortune”.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., mengatakan, makna “flourish” tidak hanya berkaitan dengan kemakmuran material, tetapi juga pertumbuhan menyeluruh, termasuk kebijaksanaan dan karakter. “Tahun baru ini tidak hanya menerima ‘Fortune’, tetapi juga kebijaksanaan untuk mengolahnya, kerendahan hati untuk mensyukurinya, dan keberanian untuk memberinya,” ujarnya.
Menurut Rektor, nilai tersebut sejalan dengan upaya Untar membangun lingkungan akademik yang inklusif dan dinamis. Kampus diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang budaya, suku, dan agama yang mampu bekerja sama dalam semangat saling menghargai.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., menekankan pentingnya persatuan dan inovasi sebagai kekuatan bersama. Ia mengingatkan bahwa sivitas akademika merupakan satu keluarga besar yang perlu saling mendukung dalam menghadapi tantangan ke depan. “Jadikan momen ini sebagai momen persatuan dan bekerja sama sehingga dapat saling mendukung,” ujarnya.
Perayaan yang digelar di Auditorium Gedung M Kampus I Untar itu dihadiri jajaran pimpinan universitas dan yayasan, pimpinan Institut Tarumanagara (Itaru), Tarumanagara Xinya College, mitra rumah sakit, serta tenant yang menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi yang selama ini dibangun di lingkungan Tarumanagara.
Sejumlah penampilan mahasiswa lintas fakultas dan Xinya College turut mewarnai kegiatan, termasuk pertunjukan seni dan budaya serta barongsai dari Boen Tek Bio. Namun, bagi Untar, Imlek menjadi simbol komitmen untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat bertumbuh bersama sebagai perguruan tinggi yang inklusif dan berdaya saing. (KS/YS)

