

“Saya tidak menyangka dapat memenangkan lomba ini ditengah situasi pandemi COVID-19. Selama mengikuti lomba, saya mendapatkan pengalaman baru yang berharga, benar-benar suatu tantangan baru buat saya, khususnya dalam menganalisis berbagai strategi Telkomsel untuk kaum millenial,” cerita Melina Djauhari.
Setelah melewati proses penilaian yang meliputi karya tulis paper, pembuatan video advertising, dan tahap presentasi, tim FEB Untar berhasil meraih Juara 1, diikuti UGM diposisi ke-2 dan ITB diposisi ke-3.
Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan berpendapat, “Melalui kompetisi, mahasiswa belajar menyelesaikan berbagai persoalan riil yang ada di masyarakat, sehingga menimbulkan Kreativitas dan inovasi bagi mahasiswa tersebut. Hal ini sejalan dengan nilai nilai Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship yang dikembangkan oleh Untar.”

Kezia Dayu Prasasti menyampaikan, kendala yang dihadapi karena lomba ini berlangsung selama pandemi Covid-19, menyebabkan masa kompetisi semakin panjang, yaitu kurang lebih selama 3 bulan mulai dari babak penyisihan hingga final. “Kita juga menghadapi sedikit kendala dalam berdiskusi serta bertukar ide terkait dengan pembuatan video advertising maupun persiapan presentasi final dikarenakan situasi yang menjadikan kami tidak dapat bertemu secara langsung. Namun berkat motivasi yang tidak kenal lelah dari ibu Yenita, hal tersebut tidaklah menjadi penghalang serta tidak mengurangi semangat kami untuk tetap dapat menghasilkan karya terbaik, yang pada akhirnya mampu menghantarkan Untar menempati peringkat pertama.”
Dr. Dr. Yenita, S.E., M.M., M.B.A., M.Si., M.T., M.H., M.Pd., M.Ak., M.E., M.I.Kom., M.M.S.I. merupakan dosen FEB Untar yang memperoleh “Penghargaan rekor Perempuan dengan Gelar Master Terbanyak” oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dari 13 gelar, 3 diantaranya lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.0. Selain itu, sembilan gelar berhasil diraih dengan hasil cum laude, serta enam kali menjadi lulusan terbaik. -JS-
-JS-
26 April 2020, LIT – KS.



