
Acara perayaan Imlek tahun ini mengangkat budaya dari Provinsi Kalimantan Barat yang dalam sejarah merupakan provinsi yang banyak terpengaruh budaya Tionghoa.

Selain itu, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Untar Esther Helen yang juga merupakan peraih juara ketiga China’s Got Talent 2019 melantunkan lagu “Bengawan Solo” dan lagu berbahasa Mandarin “Yue Liang Dai Biao Wo De Xin” dengan memukau.
Secara khusus Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menyampaikan bahwa perayaan Imlek kali ini merupakan momen untuk berbagi kemakmuran bersama. “Semuanya berkaitan dengan bagaimana berbagi kemakmuran yang kita miliki. Terkadang kita merasa tidak makmur, padahal kita sudah makmur,” ujarnya.
Menurut Rektor, Untar harus berbagi pada masyarakat yang membutuhkan sebagai implementasi tema Untar untuk Indonesia. “Peran Untar di masyarakat sangat diharapkan. Maka itu, tema sejak tahun lalu, ‘Untar untuk Indonesia’ kami lanjutkan,” tuturnya.
“Kita merayakan Imlek dalam kemakmuran, tetapi perlu diperhatikan juga bagaimana kemakmuran itu kita syukuri dan kita bagikan setiap hari. Saya yakin dengan itu, Untar semakin hebat,” jelas Rektor.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Dr. Gunardi, S.H., M.H. berharap bahwa Imlek dapat menjadi momen untuk menjadi lebih baik. “Sudah saatnya kita harus bisa membangun kebanggaan pada Untar,” pungkasnya.
Perayaan diakhiri dengan pertunjukan Barongsai oleh Sanggar Delima, kemudian dilanjutkan dengan penampilan lagu “Gong Xi Gong Xi” yang dinyanyikan Esther Helen.
-JS-




