
Festival Humaniora yang diselenggarakan untuk kedua kalinya mengangkat tema “Humaniora Untar untuk Indonesia: Membangun Karakter Generasi Muda Bangsa yang Berintegritas dan Profesional”. Menghadirkan pula Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Brigjen. Pol. R Ahmad Nurwakhid, S.E., M.M., Direktur Peran Serta Masyarakat Deputi Dayamas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Drs. Richard Marolop Nainggolan, M.M., MBA., Direktur Peny M.Sc., dan tidak ketinggalan Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng. sebagai narasumber.


Dihadapan lebih dari 1.000 peserta Sivitas Akademika Untar (luring dan daring), Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng. berpesan untuk selalu menjunjung nilai-nilai Untar Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship (IPE) sebagai implementasi Pancasila. “Mata kuliah Humaniora memberi bekal kepada mahasiswa untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lebih komprehensif dalam mewujudkan keutuhan dan keharmonisan. Jadilah generasi unggul berjiwa Pancasila yang akan berperan menjadi pahlawan-pahlawan nasional berikutnya,” jelasnya.
Acara Festival Humaniora ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba diantaranya poster, konten video dan penulisan paper ilmiah. Lomba diikuti mahasiswa Untar dalam rangka menumbuhkan dan mendukung bangsa dalam pembelajaran religi, kewarganegaraan, serta bahasa.

“Dalam rangka mendukung pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Humaniora, Untar terus mengembangkan kurikulum sesuai perkembangan program studi yang memiliki kompetensi mendukung setiap mahasiswa saling terintegrasi. Diharapkan dengan adanya mata kuliah Humaniora, dapat memenuhi hard skill dan soft skill setiap mahasiswa bukan hanya melalui teori tapi juga kerja nyata,” jelas Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. H. Rasji, S.H., M.H.
Festival Humaniora ditutup dengan pemaparan materi oleh Stephanie dan Stephen Kurniawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai pemenang pertama lomba penulisan paper bertema “Penguatan Karakter Integritas dan Profesionalitas Yang Tinggi Bagi Generasi Muda Pada Masa Revolusi Industri 4.0”. Menurut keduanya, pengembangan SDM dan penugasan nilai karakter dapat memproyeksikan generasi muda untuk dapat bersaing dan bertahan dalam masa revolusi 4.0, oleh karenanya inti semua keberhasilan adalah integritas dan profesionalitas. -SS-
-JS-
10 November 2021, PKM, KS.





