Dok: iStock photo
Peringatan Hari Dokter Nasional setiap 24 Oktober menjadi momentum untuk mengapresiasi pengabdian para dokter dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Tidak hanya melalui pelayanan medis di rumah sakit, kontribusi dokter juga berkembang melalui inovasi layanan kesehatan dan kewirausahaan di bidang medis.
Peringatan Hari Dokter Nasional bertepatan dengan hari berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 1950. Momentum ini sekaligus mengingatkan pentingnya profesionalisme, tanggung jawab etis, dan kepedulian sosial dalam menjalankan profesi kedokteran.
Untar turut mengambil peran dalam menyiapkan tenaga medis melalui Fakultas Kedokteran (FK) yang berdiri sejak 1 Oktober 1965. Selama lebih dari enam dekade, FK Untar telah menghasilkan lulusan yang berkiprah di berbagai bidang pelayanan kesehatan, baik sebagai praktisi medis, akademisi, maupun wirausahawan kesehatan.
Di bidang pelayanan medis, salah satu alumninya, dr. Andre Setiawan Suryadi, Sp.B., berpraktik sebagai dokter spesialis bedah umum di RS Mitra Keluarga. Sementara itu, Dr. dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ., menjalankan profesinya sebagai psikiater di RS Royal Taruma dan RS Khusus Jiwa Dharmawangsa. Ia juga pernah terlibat dalam pelayanan kesehatan jiwa saat bencana tsunami Aceh pada Desember 2004.
Kontribusi alumni FK Untar juga berkembang melalui kewirausahaan di bidang kesehatan atau healthpreneurship. Di antaranya dr. Ronald Yulianto, M.Biomed. (AAM), yang mengembangkan Jakarta Derma Clinic, serta dr. Gaby Syerly, M.Biomed. (AAM), pendiri Youth & Beauty Clinic. Keduanya berkecimpung dalam pelayanan estetika medis.
Alumni lainnya, dr. Timothy Jusuf, mengembangkan Homecare by dr. Timothy Jusuf yang menyediakan layanan kesehatan langsung ke rumah pasien. Inisiatif tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan model pelayanan medis di luar fasilitas kesehatan konvensional.
Kiprah para dokter tersebut merupakan sebagian dari kontribusi alumni FK Untar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Banyak lulusan lainnya turut mengabdikan keilmuan dan keahliannya melalui pelayanan medis, pendidikan, penelitian, serta berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Peran tersebut menunjukkan luasnya ruang pengabdian dokter, baik dalam memberikan pelayanan langsung maupun mengembangkan inovasi di bidang kesehatan.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, Untar terus berupaya mengembangkan pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perubahan. Penguasaan ilmu dan keterampilan klinis perlu berjalan seiring dengan integritas, etika profesi, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Peringatan Hari Dokter Nasional sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada keberhasilan menghasilkan lulusan. Melalui kiprah para dokter alumni, Untar terus berupaya menghadirkan pendidikan yang manfaatnya melampaui ruang kuliah dan menjangkau masyarakat melalui pelayanan kesehatan, inovasi, serta pengabdian yang berkelanjutan. (CJ/YS)

