Pilih Laman
Seminar Humaniora 2026 Angkat Transisi Energi Berkelanjutan untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

1 Oktober 2026

Oleh: Humas

Share

Dok: Humas Untar – CS

Transisi energi bukan hanya persoalan mencari sumber energi baru, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun kesadaran untuk menggunakan energi secara lebih bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadi bahasan dalam Seminar Humaniora 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik (Lembel) Universitas Tarumanagara (Untar) secara daring pada Kamis (1/10/2026).

Mengangkat tema “Humaniora dan Transisi Energi Berkelanjutan: Membangun Ketahanan Energi Nasional dan Kepedulian Lingkungan dalam Mendukung Asta Cita Indonesia”, Kepala Lembel Untar Dr. Ir. Steven Darmawan, S.T., M.T. menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) berbasis pendekatan humaniora yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya berdampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. menekankan bahwa transisi energi perlu dipahami sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan kebijakan, tetapi juga dengan perilaku manusia.

“Perubahan menuju energi berkelanjutan membutuhkan kesadaran dalam berperilaku, etika dalam memanfaatkan sumber daya alam, penerimaan masyarakat, serta perhatian terhadap keadilan antargenerasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai generasi yang akan menjalankan dan meneruskan proses transisi energi.

Seminar menghadirkan Koordinator Penyiapan Program Bioenergi, Direktorat Bioenergi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Ira Ayuthia Herdiani, dan CEO & President of PT Indopower International Dr. Ir. Harun Al Rasyid, M.M., M.T., Asst. Prof., IPU.

Dalam pembahasannya, Ira Ayuthia Herdiani membawakan materi “Membangun Ketahanan Energi Nasional Melalui Pengembangan Bioenergi”. Ia menjelaskan bahwa pengembangan bioenergi merupakan salah satu upaya penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung diversifikasi sumber energi. Menurutnya, transisi energi dapat berjalan lancar jika ada kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.

“Untuk berjalan secara optimal, dibutuhkan kolaborasi dalam pelaksanaan transisi energi, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, media, pemerintah, akademisi, organisasi nonpemerintah, hingga masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Harun membahas pengelolaan sampah melalui pendekatan teknologi, khususnya skema proses pemusnahan termal limbah domestik. Pembahasan tersebut menunjukkan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam menangani limbah domestik sekaligus mendukung upaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Seminar humaniora menjadi bukti nyata kepedulian terhadap isu transisi energi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan sekaligus partisipasi mahasiswa dalam menghasilkan karya yang dapat menjadi media perluasan dan berdampak pada Tanah Air. (CS/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

15 Oktober Perayaan Dies Natalis ke-67 Untar
28 Oktober Hari Sumpah Pemuda

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR