Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Tarumanagara (Untar), Dastin Imanuel, meraih juara kedua kategori poster nasional dalam Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) 2026 yang diselenggarakan Ikatan Psikolog Klinis Himpunan Psikologi Indonesia (IPK HIMPSI), Minggu (27/9/2026). Kompetisi tersebut berlangsung secara daring.
Prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah informasi ilmiah menjadi pesan visual yang informatif, menarik, dan mudah dipahami.
Temilnas 2026 merupakan forum ilmiah yang mempertemukan psikolog, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk membahas perkembangan ilmu serta praktik psikologi klinis. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) IPK HIMPSI.
Mengusung tema “Sinergi Profesionalisme di Era Digital: Peran Psikologi Klinis dalam Penanganan Krisis Psikologis untuk Memperkuat Resiliensi Bangsa”, forum tersebut menyoroti pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan psikologi serta penguatan ketahanan psikologis masyarakat.
Ketua IPK HIMPSI Pusat Naftalia Kusumawardhani, M.Si., Psikolog, menekankan pentingnya pemanfaatan perkembangan teknologi untuk mendukung pelayanan psikologi. Menurut dia, psikolog klinis juga memiliki peran dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai tantangan psikologis akibat perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Bagi Dastin, kompetisi ini memberikan pengalaman dalam menyampaikan informasi ilmiah melalui media visual sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan akademiknya.
“Proses untuk membuat poster yang informatif, akurat, tetapi menarik dan mudah dipahami menjadi hal yang baru bagi saya. Saya jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkarya,” ujarnya.
Kegiatan yang diketuai Dr. Tri Kurniati Ambarini, M.Psi., Psikolog, tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan psikologi klinis di Indonesia.
Capaian Dastin memperlihatkan bahwa kontribusi mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengomunikasikan pengetahuan ilmiah. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi digital. (CJ/YS)

