Dok: Humas Untar
Universitas Tarumanagara (Untar) menjadi tuan rumah Sertifikasi Profesi Pustakawan 2026 yang digelar Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) DKI Jakarta di Gedung M, Kampus I Untar, Jakarta, 15–16 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pustakawan di tengah perkembangan teknologi dan semakin terbukanya akses informasi. Perubahan tersebut menuntut pustakawan terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan layanan informasi yang berkembang.
Kepala FPPTI DKI Jakarta Dr. (C) Irma Irawati Ibrahim, S.Sos., M.Kom. mengatakan, sertifikasi menjadi sarana bagi pustakawan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. “Semoga melalui kegiatan ini dapat terbangun generasi pustakawan Indonesia yang semakin profesional, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Peran pustakawan di perguruan tinggi kini tidak lagi terbatas pada pengelolaan koleksi. Pustakawan juga berperan dalam memudahkan sivitas akademika memperoleh informasi, menemukan referensi ilmiah, serta mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. mengatakan, perkembangan teknologi turut mengubah kebutuhan dan kompetensi pustakawan. “Sertifikasi profesi menjadi tahap penting dalam pengembangan kompetensi pustakawan. Di tengah transformasi digital, pustakawan tidak hanya mengelola koleksi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan perguruan tinggi. Karena itu, kompetensinya perlu diakui secara terukur dan sesuai standar,” tegasnya.
Sertifikasi tersebut dilaksanakan bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Tim asesor terdiri atas Dhama Gustlar Baskoro, Indah Ekaputri, Leni Sudiarti Nelwaty, Niswa Nabila Sri Bintang Alam, Noorika Retno Widuri Novatriyanti, Novi Murdiyanti, Opong Sumiati, Titiek Kismiyanti, dan Vilianty Rizki Utami. (CJ/YS)

