Derasnya arus informasi di ruang digital menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat. Di tengah banjir informasi yang kerap membuat batas antara fakta dan hoaks semakin kabur, perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat literasi digital publik.
Peran tersebut antara lain diemban Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar) yang tahun ini genap berusia 20 tahun. Hal itu disampaikan Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. dalam peringatan Dies Natalis ke-20 Fikom Untar di Auditorium Kampus I Untar, Jakarta, Selasa (23/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Amad menekankan pentingnya kontribusi akademisi komunikasi dalam merespons perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membuka akses yang luas terhadap berbagai sumber informasi. Namun, pada saat yang sama, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan untuk memilah informasi yang akurat di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi.
“Karena itu diperlukan upaya mitigasi melalui penguatan literasi digital agar masyarakat mampu menyikapi informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Fikom Untar diharapkan dapat menjadi ‘garpu tala’ yang resonansinya dirasakan hingga berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Dies Natalis ke-20 Fikom Untar mengusung tema “Resonansi Rasa untuk Generasi”. Tema tersebut merefleksikan pentingnya komunikasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun empati dan keterhubungan di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Peringatan dua dekade dies natalis ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan yang telah dilalui Fikom Untar sekaligus peneguhan arah pengembangan di masa depan.
Dekan Fikom Untar Dr. Sinta Paramita, S.I.P., M.A. menyampaikan apresiasi kepada para pendiri dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan fakultas tersebut selama dua dekade terakhir.
Sinta menegaskan komitmen Fikom Untar untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Acara Dies Natalis juga dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., beserta jajaran pimpinan universitas dan yayasan. Menurut Ariawan, Fikom Untar merupakan salah satu program studi yang banyak diminati calon mahasiswa. Tingginya minat tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.
Meski demikian, Ariawan mengingatkan bahwa perubahan yang berlangsung cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Karena itu, Fikom perlu memperkuat berbagai inovasi akademik agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat.
Ia juga menilai Fikom perlu terus menumbuhkan empati, kemampuan membangun koneksi, serta kepedulian sosial. “Dengan cara itu, lulusan yang dihasilkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Sekilas Fikom Untar
Fikom Untar yang berdiri pada 22 Juni 2006 telah meraih akreditasi Unggul dan menyelenggarakan dua program studi, yakni Program Sarjana (S1) Ilmu Komunikasi dan Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi. Fikom Untar aktif mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri, komunitas, dan lembaga pemerintah. (VC/YS)

