Dok: Pusdiklat Untar
Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) menyelenggarakan program Art Therapy for Everyone di Kampus I Universitas Tarumanagara (Untar) sepanjang Mei hingga Juni 2026. Program yang terdiri atas empat sesi workshop ini menghadirkan sejumlah psikolog sebagai narasumber untuk membahas berbagai tema kesehatan mental melalui pendekatan seni dan refleksi diri. Kegiatan ini ditujukan bagi peserta yang ingin memahami kondisi psikologis serta mengelola emosi melalui rangkaian materi dan praktik art therapy.
Dua sesi awal pertama berhasil dilaksanakan pada awal Mei 2026 dengan menghadirkan para psikolog profesional sebagai narasumber. Sesi pertama berlangsung pada Rabu (06/05/2026) dengan menghadirkan Untung Subroto, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang membawakan materi “Art Therapy for Anxiety”. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali kecemasan serta memahami berbagai respons emosional yang muncul melalui pendekatan seni. Keesokan harinya, Kamis (07/05/2026), kegiatan berlanjut dengan materi “Art Therapy for Self Compassion” yang disampaikan oleh Reza Fahlevi, S.K.M., M.M., M.Psi., Psikolog. Materi tersebut menekankan pentingnya penerimaan diri dan pengembangan sikap welas asih sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
Kepala Pusdiklat, Dr. dr. Arlends Chris, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta. “Bisa juga sebagai kegiatan yang aplikatif melalui pengalaman langsung peserta dalam mengenali dan mengekspresikan kondisi emosional mereka,” ujarnya.
Setiap sesi workshop disusun secara interaktif dan terdiri atas dua bagian utama. Pada tahap awal, peserta menerima lembar evaluasi diri yang telah disiapkan oleh panitia. Melalui panduan yang ditampilkan dalam presentasi, peserta diajak melakukan refleksi terhadap kondisi diri masing-masing dan menuliskan hasil penilaian tersebut pada lembar yang tersedia. Setelah itu, narasumber menyampaikan materi utama sesuai tema yang diangkat pada sesi tersebut.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik sebagai bentuk penerapan langsung dari konsep art therapy. Dengan menggunakan dua lembar kertas kosong dan krayon yang telah disediakan, peserta diajak mengekspresikan emosi, pengalaman, serta pemahaman diri mereka melalui gambar. Kegiatan ini menjadi media untuk menyalurkan perasaan secara visual sekaligus membantu peserta mengenali kondisi emosional mereka dengan lebih mendalam.
Rangkaian Art Therapy for Everyone masih akan berlanjut dengan dua sesi berikutnya. Linda Wati, M.Psi., Psikolog akan membawakan materi “Art Therapy and Mindfulness” pada Rabu (13/05/2026), sementara Roswiyani, S.Psi., M.Psi., PhD., Psikolog dijadwalkan mengisi sesi “Art Therapy for Happiness” pada Kamis (04/06/2026). Kedua sesi tersebut akan melengkapi keseluruhan program yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesehatan mental melalui pendekatan seni, refleksi diri, dan pengalaman langsung. (VC/YS)

