Pilih Laman
Resmi Jadi Doktor Ke-23 Ilmu Manajemen, Dr. Kartika Nuringsih Bahas Sustainable Entrepreneurial Intention

24 April 2026

Oleh: Humas Virly

Share

Dok: Humas Untar – VC

Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar menggelar sidang ujian terbuka pada Jumat (24/04/2026) di Kampus I Untar. Pada kesempatan tersebut, Kartika Nuringsih resmi menyandang gelar doktor sebagai lulusan ke-23 pada program studi tersebut, setelah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Penetapan kelulusan dilakukan oleh Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M.

Sidang terbuka dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim penguji. Bertindak sebagai Promotor Utama Prof. Dr. Haris Maupa, S.E., M.Si., Promotor Pendamping Prof. Dr. Muhammad Idrus Taba, S.E., M.Si. Adapun penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Trawan, M.T., M.M., IPU., A.E.; Prof. Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A.; serta Dr. Sarwo Edi Handoyo, S.E., M.M. Sementara itu, penguji eksternal adalah Prof. Dr. Indrianty Sudirman, S.E., M.Si.

Dalam disertasinya, Dr. Kartika mengangkat topik Faktor Penentu Sustainable Entrepreneurial Intention pada Pelaku Usaha di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada aktivitas kewirausahaan di wilayah tersebut, termasuk kebijakan inovatif “Bela-Beli Kulon Progo” sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal. Kajian ini menekankan pentingnya pengelolaan kewirausahaan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan melalui pemahaman intensi kewirausahaan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Dr. Kartika menjelaskan upaya menumbuhkan intensi kewirausahaan berkelanjutan melalui persepsi dukungan corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel mediasi. “Variabel tersebut memediasi pengaruh entrepreneurial passion, local culture, dan network capability terhadap sustainable entrepreneurial intention (SEIN). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan dukungan analisis deskriptif kualitatif,” pungkasnya dalam sidang terbuka.

Data penelitian diperoleh dari responden yang terdiri atas pelaku usaha mikro kecil, koperasi, dan badan usaha milik desa dengan teknik purposive sampling. Dalam model penelitian, persepsi dukungan CSR berperan sebagai variabel mediasi, sementara entrepreneurial passion, local culture, dan network capability sebagai variabel eksogen, serta SEIN sebagai variabel endogen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa local culture berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan CSR, namun tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap SEIN. Network capability berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan CSR dan SEIN, tetapi pengaruh mediasi CSR tidak signifikan. Sementara itu, persepsi dukungan CSR terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap SEIN, meskipun perannya dalam memediasi entrepreneurial passion dan local culture tergolong lemah.

Sebagai kebaruan (novelty), penelitian ini mengadaptasi indikator SEIN, persepsi dukungan CSR, local culture, serta entrepreneurial passion dalam konteks kewirausahaan berkelanjutan. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi instansi terkait dalam merumuskan kebijakan pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan. (VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR