Dok: Humas Untar
Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar ujian terbuka promosi doktor dengan menghadirkan penelitian inovatif bertajuk “Pengembangan Potensi Ampas Tebu Sebagai Bahan Peremaja Pada Campuran Laston (AC-WC) Dengan Reclaimed Asphalt Pavement.” Disertasi tersebut dipertahankan oleh Indah Handayasari dalam sidang terbuka yang berlangsung di Auditorium Gedung M Kampus I Untar, Rabu (15/04/2026).
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., dengan Promotor Utama Prof. Ir. Leksmono S. Putranto, M.T., Ph.D., serta Promotor Pendamping Prof. Dr. Ir. Bambang Sugeng Subagio, DEA.
Dalam penelitiannya, Indah Handayasari menyoroti tingginya kebutuhan aspal nasional yang masih bergantung pada energi fosil. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan pemanfaatan biomassa ampas tebu sebagai bahan peremaja (rejuvenator) pada teknologi aspal daur ulang atau Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), guna mendukung pengembangan infrastruktur jalan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ampas tebu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan peremaja pada campuran aspal daur ulang. Selain meningkatkan performa campuran aspal, pemanfaatan biomassa ini juga dapat menjadi alternatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan limbah,” ujar Indah Handayasari dalam sidang terbuka tersebut.
Menurutnya, bio-aspal hasil pirolisis ampas tebu memiliki karakteristik hidrokarbon yang relatif mirip dengan aspal konvensional. Kandungan hidrokarbon tersebut mampu memberikan sifat elastisitas dan kekentalan pada material serta meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi. Penambahan bio-aspal ampas tebu juga dinilai mampu memperbaiki nilai penetrasi aspal sehingga memenuhi spesifikasi aspal Pen 60/70 sebagai kontrol.
Penelitian ini juga menunjukkan nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada seluruh variasi campuran memenuhi standar minimum 90 persen, yang menandakan campuran memiliki ketahanan yang baik terhadap kerusakan akibat air. Dari sisi ketahanan alur, campuran AC-WC dengan material RAP dan bio-aspal ampas tebu terbukti memiliki performa lebih baik dibandingkan campuran tanpa RAP dalam menahan deformasi awal, kecepatan laju deformasi, serta stabilitas dinamis. (KS/YS)

