Pict Source: iStock.Photo
Di tengah suasana yang penuh kehangatan dan refleksi, ada satu momen dalam kalender yang kerap membawa kedamaian hati sekaligus harapan baru bagi banyak orang. Momen tersebut mengajak setiap individu untuk sejenak berhenti dari kesibukan, menengok ke dalam diri, dan memaknai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Dalam suasana yang sarat makna ini, nilai-nilai tentang pengorbanan, kasih, dan harapan menjadi semakin terasa relevansinya di tengah kehidupan yang dinamis.
Perayaan Paskah hadir sebagai simbol kebangkitan dan pembaruan—sebuah pengingat bahwa setiap akhir dapat membuka jalan bagi awal yang baru. Secara umum, Paskah diperingati setiap tahun pada hari Minggu dengan tanggal yang berubah-ubah, mengikuti perhitungan kalender liturgi. Pada tahun 2026, Paskah jatuh pada tanggal 5 April, menjadi salah satu momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia.
Berbagai kegiatan dilakukan secara sederhana hingga meriah, seperti ibadah bersama, refleksi, hingga kebersamaan dengan keluarga dan umat Gereja lainnya. Terlepas dari bentuk perayaannya, esensi Paskah tetap berpusat pada makna kebangkitan, harapan, dan kasih yang universal.
Makna ini tidak hanya hidup dalam konteks spiritual, tetapi juga dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Di tengah tuntutan akademik dan berbagai tantangan, semangat untuk bangkit, belajar dari proses, dan terus melangkah maju menjadi nilai yang penting untuk dijaga.
Paskah menjadi momen penting bagi sivitas akademika untuk merefleksikan makna pengorbanan, harapan, dan kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan seperti ibadah, renungan, dan aksi sosial, sivitas akademika diajak untuk memperkuat nilai-nilai kasih, kepedulian, serta semangat kebersamaan. Paskah juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menumbuhkan karakter yang lebih baik dan membawa dampak positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. (VC/YS)

