Pict Source: iStock.Photo
Pagi Idulfitri selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Setelah gema takbir semalam suntuk, masyarakat berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan untuk menunaikan shalat Idulfitri. Usai beribadah, senyum dan jabat tangan mengalir hangat, menandai dimulainya hari kemenangan setelah sebulan menjalani Ramadan.
Di berbagai rumah, aroma opor ayam, ketupat, dan rendang mulai tercium dari dapur. Hidangan khas Lebaran itu seolah menjadi penanda bahwa hari istimewa telah tiba. Keluarga berkumpul di meja makan, berbagi cerita, dan menikmati sajian yang telah dipersiapkan sejak pagi.
Lebaran juga identik dengan tradisi silaturahmi. Banyak orang memanfaatkan hari raya untuk mengunjungi orang tua, kerabat, hingga tetangga. Dalam suasana penuh kehangatan itu, saling bermaafan menjadi bagian penting yang mempererat kembali hubungan antarsesama.
Kehangatan tersebut juga dirasakan oleh salah seorang mahasiswa Untar Kania Syahida Salsabilla. Baginya, Idulfitri selalu menghadirkan kebahagiaan tersendiri karena menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga.
“Setiap Idulfitri selalu menghadirkan hal yang kita nantikan, yaitu kebersamaan, kedamaian hati, dan kesempatan untuk kembali mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Bagi banyak orang, Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan. Hari raya ini menjadi pengingat akan pentingnya keluarga, persaudaraan, dan saling memaafkan. Di antara jabat tangan hangat dan sepiring opor yang disantap bersama, Lebaran menghadirkan makna kebersamaan yang selalu dirindukan setiap tahun. (VC/YS)

