Pict Source: iStock.Photo
Berbagai kebiasaan yang kini semakin lazim di kalangan anak muda—mulai dari olahraga seperti padel, tenis, yoga, hingga pilates—menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup, khususnya pada generasi Z. Perubahan juga terlihat dari pilihan pola makan, terutama saat sarapan, yang beralih dari makanan instan ke menu yang lebih sederhana dan minim proses, seperti makanan kukus. Minuman seperti matcha dan kopi, serta kebiasaan membawa tumbler, turut menjadi bagian dari keseharian yang merefleksikan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat.
Menurut dr. Olivia Charissa, M. Gizi, Sp. GK., dosen Fakultas Kedokteran Untar, langkah-langkah sederhana ini sudah menjadi fondasi yang baik. “Menjaga pola makan tidak harus rumit. Konsistensi memilih makanan yang lebih alami dan seimbang justru memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Transformasi ini menunjukkan bahwa generasi Z tidak lagi memandang kesehatan sebatas penampilan fisik. Olahraga kini dilihat sebagai sarana untuk menjaga energi, fokus, dan kualitas hidup di tengah rutinitas yang padat. Pola makan pun menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
“Asupan gizi yang cukup dan teratur berperan besar dalam menjaga stamina dan konsentrasi, terutama bagi generasi muda dengan aktivitas tinggi,” jelas dr. Olivia.
Perubahan gaya hidup ini juga mencakup kesadaran terhadap kesehatan mental. Generasi Z semakin terbuka untuk mengenali batas diri, mengelola stres, serta mengurangi kebiasaan yang memicu overthinking. Praktik sederhana seperti journaling, meluangkan waktu untuk hobi, dan melakukan digital detox mulai diterapkan untuk menciptakan keseimbangan.
Dalam hal ini, menjaga pola makan dinilai turut berpengaruh terhadap kondisi emosional. “Pola makan yang teratur membantu menjaga kestabilan energi dan suasana hati,” tambahnya.
Ke depan, diharapkan gaya hidup sehat ini tidak berhenti sebagai tren sesaat, melainkan menjadi bagian dari identitas generasi Z. Fokus pada keseimbangan antara aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pola makan yang terjaga menjadi kunci keberlanjutan perubahan ini.
Dengan menjadikan kesehatan sebagai fondasi hidup, generasi Z memiliki peluang besar untuk membangun masa depan yang tidak hanya produktif, tetapi juga lebih seimbang dan bermakna. (VC/YS)

