Dok: Humas Untar – VC
Untar melalui Lembaga Kerja Sama dan Hubungan Internasional menyelenggarakan International Conference on Applied Artificial Intelligence, Data Engineering, and Sciences (ICAIDES) 2025, Kamis (11/12/2025), di Kampus I Untar. Kegiatan yang berlangsung ini mengangkat tema “The Implementation of Applied Artificial Intelligence, Data Engineering and Sciences for Sustainable Development of Higher Educations”.
ICAIDES 2025 dibuka secara resmi oleh Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Kepala Lembaga Kerja Sama dan Hubungan Internasional Untar, Assoc. Prof. Dr. Ir. Hugeng, S.T., M.T., SMIEEE, IPU, serta menghadirkan pembicara dari berbagai institusi internasional yang membahas penerapan kecerdasan artifisial (AI), rekayasa data, dan sains dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan sektor kesehatan.
Pembicara pertama, Shaoying Huang, Ph.D., Associate Professor Engineering Product Development dari Singapore University of Technology and Design, memaparkan topik “Low-field Portable MRI, AI, & How They Would Change the Future Healthcare”. Ia menjelaskan pengembangan MRI portabel berbasis AI yang mencakup optimalisasi desain magnet dan sistem, peningkatan kualitas citra, percepatan proses pencitraan, hingga otomasi perencanaan pemindaian dan interpretasi.
“Pengembangan teknologi MRI berbiaya rendah menjadi kunci untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya,” ujarnya.
Pembicara kedua, Dr. Udit Satija dari Department of Electrical Engineering, Indian Institute of Technology Patna, Bihar, membahas sistem biomedis berbasis deep learning. Ia menjelaskan peran bio-sinyal dalam memahami mekanisme fisiologis, mendukung diagnosis, pemantauan, serta terapi medis.
Menurutnya, “analisis bio-sinyal berbasis AI memiliki peran strategis dalam mendorong teknologi kesehatan yang terjangkau untuk mendukung Universal Health Coverage,” yang dilanjutkan dengan sesi lokakarya lanjutan mengenai AI Model Compression.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Nur Afny Catur Andryani, S.Si., M.Sc. dan Andreas Winata, M.Kom. dari BINUS Graduate Program – Computer Science Doctoral Program serta BINUS HealthTech Advanced Laboratory (BINUS HeAL). Keduanya menyoroti tantangan pencapaian SDGs Indonesia, khususnya SDGs 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, serta potensi riset ilmu komputer dalam mendukung inovasi teknologi kesehatan terjangkau. Dr. Nur Afny menyampaikan, “pemanfaatan AI dan komputasi pada perangkat dengan sumber daya terbatas menjadi salah satu pendekatan penting untuk menjawab tantangan kesehatan di Indonesia.”
ICAIDES 2025 juga diikuti oleh pemakalah dari berbagai negara, antara lain Inggris, Vietnam, India, Iran, Italia, Filipina, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, Turki, Kanada, Jepang, Tiongkok, negara-negara Arab, Mesir, Tunisia, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Rusia, serta Indonesia. Dari dalam negeri, partisipasi berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Telkom University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, BINUS University, dan Universitas Tarumanagara.
Melalui forum ini, ICAIDES 2025 bertujuan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan hasil riset terkait penerapan kecerdasan artifisial, rekayasa data, dan sains terapan, khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan pendidikan tinggi serta pemanfaatan AI untuk menjawab tantangan sektor kesehatan dan keterbatasan sumber daya di berbagai wilayah. (VC/YS)

