Dok: IMAKTA FEB Untar
Ikatan Mahasiswa Akuntansi Tarumanagara (IMAKTA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) menggelar National Tax Seminar and Competition (NTSC) 2025 di Kampus II Untar, 10-13 November 2025. Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun kali ini mengusung tema “Applying Tax Rules to Digital Platform in Indonesia: Ensuring a Fair and Effective Digital Tax Future.”
Kegiatan ini untuk menjawab pesatnya pertumbuhan ekosistem digital mendorong peralihan berbagai transaksi ke ranah daring. Kondisi ini menuntut hadirnya regulasi perpajakan yang selaras dengan model bisnis digital agar tidak menimbulkan ketimpangan di antara pelaku usaha.
Rangkaian acara meliputi seminar nasional, kompetisi perpajakan, dan bazar. Seminar nasional yang berlangsung Rabu (12/11/2025) menghadirkan narasumber penyuluh pajak dari Direktorat Jenderal Pajak Timon Pieter, Agus Wahyudi, dan Saptaka Adhi Nugraha, Perwakilan Pengamat Perpajakan Fajry Akbar serta Kepala Bidang Perpajakan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel William Legawa.
Para pembicara membahas tantangan dan peluang penerapan kebijakan pajak di sektor digital, termasuk perlunya kolaborasi antarinstansi untuk membangun sistem perpajakan yang adaptif dan berkelanjutan. Timon Pieter menegaskan pentingnya pembaruan kebijakan seiring perubahan perilaku ekonomi digital. “Perubahan ini harus dibarengi aturan yang jelas, adil, dan dapat diterapkan. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci memastikan ekosistem perpajakan digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain seminar, NTSC 2025 menggelar kompetisi perpajakan berupa lomba poster untuk siswa/i dan lomba esai untuk mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini mendorong peserta mengembangkan kemampuan analisis isu perpajakan digital dan menyusun solusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Pelaksana NTSC 2025 Ananda Nazwa Luiz Syabilla, berharap kegiatan ini dapat menjadi forum tahunan yang kredibel untuk membahas isu perpajakan nasional. “Kami berharap NTSC memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri digital, dan masyarakat,” ujarnya.

Potret suasana NTSC selama berlangsung // Dok: IMAKTA FEB Untar
Selama penyelenggaraan, turut diadakan bazar yang menghadirkan berbagai tenant makanan, minuman, dan produk non-F&B. Kehadiran bazar menambah interaksi antara peserta dan pengunjung. “Selain sebagai sarana refreshing, bazar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand dan memberi nilai tambah bagi seluruh pihak,” kata Ananda.
IMAKTA berharap penyelenggaraan NTSC 2025 dapat terus memberikan kontribusi dalam pengembangan wawasan perpajakan, terutama terkait isu strategis di tengah perkembangan ekonomi digital. (CS/YS)

