Dok: Humas Untar – JS
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untar menyelenggarakan The 14th International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM) di Ngee Ann Polytechnic, Singapura, pada 11–12 November 2025.
Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi enam perguruan tinggi mitra, yaitu Ngee Ann Polytechnic, Kun Shan University, Universitas Bunda Mulia, MNC University, Mindanao State University (Filipina), dan Universitas Udayana (Bali). Dekan FEB Untar, Prof. Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kontribusi akademis dan melahirkan gagasan sinergis yang dapat mendukung keberlanjutan dunia bisnis serta memperkukuh kemitraan internasional.
Director of the Centre for Southeast Asia, Ngee Ann Polytechnic, Fong Pin Fen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang—pendidikan, kesejahteraan, dan kewirausahaan—untuk menciptakan perubahan berkelanjutan di kawasan. Menurut dia, konferensi ini menjadi ruang bagi lahirnya diskusi bermakna, inisiatif kolaboratif, dan ide-ide untuk membentuk masa depan Asia Tenggara yang lebih inklusif.
Acara turut dihadiri Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., serta Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. “ICEBM merupakan bagian dari komitmen Untar dalam memperkuat jejaring global di bidang kewirausahaan dan manajemen,” ujar Rektor Untar.
Angela Tanoesoedibjo Bahas Strategi Membangun Sistem Bisnis Tangguh
Pada sesi pembukaan, konferensi menghadirkan pembicara utama dari berbagai institusi internasional. Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo, B.A., M.Com., serta Chief Sustainability Officer Ngee Ann Polytechnic, Dr. Jason Tang, memaparkan topik “Building Systems that Empower: Growth and Sustainability in the Digital Age” dan “From Idea to Market: Commercialisation Success Stories”.
Angela menekankan pentingnya keseimbangan antara visi jangka panjang yang berani dan disiplin harian yang konsisten dalam membangun sistem bisnis berkelanjutan di era digital. Adapun Dr. Tang menyoroti peran Centres of Innovation (COIs) dalam memperkuat sektor industri melalui inovasi produk, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si., dari Universitas Udayana, serta Assoc. Prof. Dr. Linda Lin-Chin Lin dari Kun Shan University, Taiwan. Dr. Nyoman membawakan topik “Bali Towards the New Era: Shifting from Being Visited to Being Respected”, sedangkan Dr. Linda membahas keberlanjutan sebagai pendorong ketahanan, inovasi, dan profitabilitas di Asia Tenggara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tur kampus Ngee Ann Polytechnic dan kunjungan ke Centre of Environmental Sustainability (CfES). Kunjungan tersebut turut memperkuat kerja sama akademik, termasuk program pertukaran mahasiswa dengan Ngee Ann Polytechnic dan Kun Shan University.
ICEBM sebagai forum bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempresentasikan hasil riset dan membahas isu aktual di bidang kewirausahaan serta manajemen. Konferensi ini telah diselenggarakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Vietnam, melalui kolaborasi dengan universitas mitra luar negeri. ICEBM bertujuan memperluas jejaring global, mendorong kolaborasi ilmiah, serta memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu bisnis dan manajemen di tingkat internasional. (VC/YS)

