Dok: Humas Untar – VC
Program Studi Desain Interior (DI) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar berpartisipasi dalam pameran karya seni M-Bloc Design Week (MBDW) 2025 sebagai mitra kolaboratif bersama beberapa perwakilan program studi Desain Interior dari perguruan tinggi lain di tingkat nasional.
Kegiatan ini diselenggarakan selama sembilan hari (31 Oktober–9 November 2025), bertempat di PosBloc, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah memperkenalkan hasil karya para mahasiswa yang berfokus pada bidang desain, khususnya dalam eksplorasi desain berkelanjutan, melatih kepekaan terhadap isu-isu lingkungan dan sosial, serta melibatkan masyarakat untuk memperluas kontribusi desain terhadap kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari inovasi yang melambangkan perjalanan menuju masa depan yang lebih sadar dan berkelanjutan melalui desain, DI Untar membawakan tema “Tunnel of Re-Imagined Futures”.
Beberapa karya yang ditampilkan terbuat dari material pameran daur ulang dan tekstil anyaman hasil karya komunitas perempuan Bantargebang, karya ini mengubah limbah menjadi makna melalui kreativitas dan empati. Karya kolaboratif antara Desain Interior Untar dan Rambah Runtah ini merefleksikan masa depan desain yang berakar pada kesadaran sosial, keberlanjutan, dan regenerasi budaya.
Selama berlangsungnya acara, terdapat berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya talkshow bersama alumni DI Untar dan desainer inovatif dengan tema “Re-Imagining Design Futures: Creativity, Community, and Sustainability”.
Pada Senin (3/11/2025), DI Untar menggelar seminar yang menghadirkan Eugenio Hendro, pemilik Eugenio Hendro Studio; Iqra Firdausy, aktivis lingkungan dan pelopor berdirinya Rambah Runtah; serta Robert Wanasida, alumni Desain Interior Untar dan CEO DaurBaur Micro Factory serta Kopi Nako.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi DI Untar Dr. Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M., serta dosen DI Untar Ferdinand Kendall, S.Ds., M.Ars.
“Kegiatan seperti ini membuat mahasiswa DI Untar semakin peka terhadap lingkungan sekitarnya. Diharapkan, empati mahasiswa dapat tumbuh dan mendorong lahirnya desain yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Ferdinand Kendall.
Salah satu mahasiswa—Arvin Antonio—yang karyanya berhasil dipamerkan juga menyampaikan, “DI Untar mengajarkan saya untuk mengeksplorasi dunia desain, terutama dalam memanfaatkan berbagai material di sekitar kita yang ternyata dapat memberikan dampak besar.”
Pada kesempatan MBDW 2025, DI Untar juga menyelenggarakan beberapa workshop, di antaranya workshop membuat Chunky Bag dan Moru Dolls bersama @kerirynn pada Minggu (2/11/2025), serta workshop Membatik bersama Rumah Batik Palbatu, pada Minggu (9/11/2025).
Poin utama kegiatan ini adalah pameran, dalam kesempatan ini, sebanyak sembilan karya mahasiswa DI Untar dipamerkan setelah melalui proses kurasi oleh pihak MBDW, yaitu:
1. Dhamar Canting
Desain oleh: Alysia Christianne Amanda S., Arvin Antonio, Ivan Valencia
2. Yugami Chair
Desain oleh: Evelyn Clarence, Yuliana Edalene, Sherlen Oletha
3. Pink Mare
Desain oleh: Vicka Felicia, Cynthia Clara, Kiarra Putri Azahra
4. Lopi Lendu
Desain oleh: Jocelyn, Liebeta Grace Lie, Luisa Octania Sutanto
5. Polypop Table
Desain oleh: Vicka Felisia, Tasya Putri Zahirah, Cynthia Clara, Kiarra Putri Azahra, Luisa Octania Sutanto
6. Eco Lux Lamp
Desain oleh: Alysia Christianne Amanda S., Arvin Antonio, Jocelyn, Liebeta Grace Lie, Ivan Valencia
7. Mystbloom Lamp
Desain oleh: Gisela Trista, H. Achmad Muliaman Lubis, Raslina Rosalin, Richanda Angline Lizar
8. Scoby Lamp
Desain oleh: Valenia Ratana, Amanda Patricia Susanto Lioe, Ivanna Shenia Callista, Nggun Dila Fisella, Auriel Riby Febriani
9. Lumi Roots
Desain oleh: Gwendolyn Chelsea J., Reva Patricia, Clara Djajadiningrat, Gabriella Luciadevy Jesslim, Patricia Angelita Arianto
(VC/YS)

