
Diawali alunan lagu dan tari Gambang Semarang para mahasiswi, perayaan Imlek yang terlihat sangat sederhana, jauh dari keriuhan penampilan Barongsai, ingin menunjukkan bahwa Untar benar-benar berbuat untuk Indonesia. Dengan tagline Untar untuk Indonesia, budaya kota Semarang yang diangkat menjadi acara utama. Menurut Ka. Kantor Humas Dra. Paula Tjatoerwidya, M.M. selaku Ketua Panitia, perayaan Imlek di Untar selalu menyajikan nuansa budaya-budaya daerah di Indonesia. Tahun ini mengangkat budaya Jawa khususnya daerah Semarang. Dengan mengangkat budaya daerah yang berasimilasi dengan budaya Tionghoa, diharapkan perayaan Imlek tidak hanya menampilkan hura-huranya saja tapi dapat mengedukasi para sivitas akademika dengan menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh budaya, baik budaya masyarakat setempat juga budaya para pendatang khususnya warga Tionghoa. Percampuran kedua budaya ini telah berlangsung bertahun-tahun dan masyarakatnya dapat hidup berdampingan hingga masa kini. Hargailah perbedaan untuk semakin memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup manusia.
Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan memiliki sejarah budaya tionghoa yang kental.


Rektor menyapa para audiens dalam sambutannya, bahwa Perayaan Imlek tetap dilaksanakan walaupun secara daring. Hal ini menunjukkan bahwa Untar adalah kampus yang inklusif, semua perayaan keagamaan selalu dirayakan di Untar untuk menumbuhkan rasa saling menghormati. “Dengan mengangkat budaya Semarang dan sekitarnya, maka sebagai sivitas akademika harus berpikir apa yang dapat Untar kontribusikan untuk pengembangan budaya di Indonesia. Budaya Indonesia begitu indah, luhur, bernilai positif, dan perlu dipertahankan, dikembangkan, serta diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan menampilkan budaya Indonesia dalam setiap perayaan-perayaan, dapat memberikan edukasi yang tentu saja menjadi bagian penting dari Untar untuk berperan menjaga kekayaan Indonesia,” ujar beliau.

-JS-
14 Februari 2022, PKM.

