Riza Fandopa berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Teknik Sipil Untar setelah berhasil mempertahankan disertasinya hari ini, Selasa (8/12). Dalam Ujian Disertasi Terbuka (Promosi) Doktor Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik yang disiarkan langsung dari Gedung M lantai 8 Untar, Riza Fandopa menyusun disertasi dengan judul “Model Estimasi Harga Satuan Pekerjaan Timbunan Tanah dari Borrow Area Proyek Jalan.”
Ujian Terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan Rektor Untar, bersama Promotor Utama Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph,D., Promotor Pendamping Ir. Dadang M. Ma’soem, MSCE., Ph.D., dan dihadiri oleh Dewan Penguji Dr. Ir. Najid’, MT., Dr. Yunan Hanun, ST, MM, MT. (eksternal), dan Ir. Ika Kustiani, ST, MEngSc, Ph.D, IPM (eksternal).

Penelitian ini difokuskan pada proyek konstruksi jenis pekerjaan jalan nasional dan jalan tol, pekerjaan timbunan tanah yang didatangkan dari borrow area dengan spesifikasi Jalan Kelas I, proyek-proyek yang berlokasi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, dan obyek penelitian adalah kontraktor pelaksana, sedangkan data penelitian yang digunakan adalah dari laporan bulanan proyek-proyek yang dilaksanakan tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.
Kemudian promovendus turut memaparkan bahwa yang diharapkan dari penelitian adalah agar dapat mempersingkat waktu estimasi harga satuan timbunan tanah dan borrow area pekerjaan jalan, memperkecil resiko terjadinya deviasi biaya antara biaya estimasi terhadap biaya realisasi, mengetahui sensitivitas variabel – variabel yang berpengaruh terhadap biaya pekerjaan timbunan tanah dari borrow area, “Dan yang terakhir penelitian ini juga diharapkan dapat memudahkan proses pengendalian biaya dan proses perubahan biaya pada tahap pelaksanaan,” jelas Riza Fandopa.

Promotor Utama Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph,D., menyampaikan wejangannya kepada Doktor baru, “Jenjang S3 bukanlah sebuah jenjang akademik yang dapat dengan mudah diperoleh, tetapi merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang dapat diperoleh melalui suatu proses belajar mengajar yang tentunya memerlukan kerja keras, kesungguhan, kemampuan belajar mandiri, serta ketekunan dari promovendus. Saya berharap saudara dapat menjadi insan cendekiawan yang mampu mengabdi pada masyarakat mengamalkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan umat manusia, bangsa dan negara,” pesannya. -NR-
-JS-
8 Desember 2020, LIT, PKM, KS.




