Program Studi Magister Arsitektur Untar kembali menggelar Seri Seminar Online berjudul “Heritage Conservation and Management,” Sabtu (1/8).
Hadir sebagai narasumber Prof. Johannes Widodo (National University Singapore), dosen Arsitektur Universitas Trisakti Dr. Ir. Martinus Bambang Susetyarto, M.T., dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Arsitektur Untar Dr. Ir. Naniek Widayati, M.T. Dosen Magister Arsitektur Untar Ir. Budi Sukada, IAI hadir sebagai moderator.
Membuka acara, Ketua Jurusan (Kajur) Arsitektur dan Perencanaan Untar Dr. Ir. Fermanto Lianto, M.T. berharap seminar online ini dapat menambah pengetahuan para peserta. “Semoga materi yang disampaikan hari ini bisa memperkaya wawasan tentang heritage conservation network di Asean sekaligus konservasi aset bangunan heritage di Indonesia,” ucapnya.

“Ada 7 alat (organisasi) yang dapat dimanfaatkan. Secara bersama-sama, management of change bisa dilakukan lebih profesional, akademis, sehingga amanah yang kita punya berupa alam dan budaya bisa diwariskan ke generasi berikutnya dalam kondisi yang baik,” sambung Associate Professor di Department of Architecture National University Singapore tersebut.
Dr. Naniek menjelaskan pengalamannya dalam materi berjudul “Konservasi dan Pengembangan Rumah MT Haryono.” Menurutnya, pemugaran tersebut berbeda dari konservasi yang biasa dilakukan di Indonesia karena harus memerhatikan aspek kesejarahan, bukan fisik bangunan. “Konservasi dan revitalisasi dilakukan pada 2 gedung. Satu bangunan bersejarah, satu bangunan biasa, kemudian digabung menjadi sebuah kesatuan yang fungsinya disesuaikan dengan masa kini indonesia,” ucapnya seraya menunjukkan denah bangunan yang terletak di Jalan Prambanan no. 8, Kompleks Cagar Budaya Menteng, Jakarta.

“Heritage Conservation and Management” merupakan seri ke-lima dalam seri Seminar Online Magister Arsitektur Untar. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh Indonesia ini disiarkan melalui Zoom dan Channel Youtube Magister Arsitektur Untar. -AW-
-JS–
1 Agustus 2020, KS.




