Pilih Laman
Model Pengembangan Bandara di Daerah Bawa M. Ikhsan Raih Doktor Teknik Sipil Untar

18 Juli 2018

Oleh: Humas UNTAR

International Air Trasportation Association (IATA) memprediksi kekuatan industri transportasi udara di Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, di tahun 2035 akan mencapai lebih dari 310 juta penumpang, serta menyediakan 8.8 juta pekerjaan, meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi US $99 miliar. PDB merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui pertumbuhan industri dan pembangunan di suatu daerah dalam suatu periode tertentu.

Dalam 10 tahun kedepan Indonesia akan berada di peringkat keenam di dunia untuk jumlah penumpang transportasi udara.   Namun Indonesia bersama Cina dan India, saat ini menjadi negara dengan frekuensi penerbangan yang masih rendah dibandingkan tingginya jumlah penduduk.

Hal tersebut disampaikan M. Ikhsan Setiawan saat sidang terbuka program doktor ilmu teknik sipil Untar,  Rabu (18/7) di Auditorium Kampus Untar.

Ditambahkannya, transportasi udara memiliki dampak yang luas tidak hanya terkait penumpang, kargo dan bandar udara saja, tetapi juga terhadap pengembangan industri wisata, perdagangan, investasi serta mempengaruhi peningkatan produktivitas.

M. Ikhsan Setiawan yang juga menjabat Wakil Rektor IV Universitas Narotama Surabaya berhasil mempertahankan disertasinya  berjudul “Model Pengembangan Properti Komersial Area Bandar Udara di Daerah” dengan promotor utama Prof. Ir. Surjono Surjokusumo, M.Sc.F., Ph.D. dengan promotor pendamping I Ir. Dadang M. Ma’soem, MSCE, Ph.D. dan promotor pendamping II Dr. Ir. Johny Johan, M.Eng., M.M.,

Dalam disertasinya  menyarankan  agar dilanjutkan terkait pengembangan properti komersial di daerah, berupa perijinan online, perijinan mendirikan bangunan, perijinan mengembangkan properti komersial yang terintegritas dengan produk riset WEB-GIS (pemetaan digital yang memanfaatkan jaringan internet) Properti Komersial Area Bandar Udara di Daerah.

Sidang terbuka diketuai Prof. Ir. Chaidir A. Makarim., MSE., Ph.D dengan dewan penguji Dr. Najid., MT, Dr. Ir. Hendrik Sulistio, MT dan Dr. Ir. Hari Gumuruh Soeparto., MT., APU.

 

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM