
Kompetisi yang diselenggarakan Universitas Pelita Harapan ini ditujukan bagi mahasiswa interior-arsitek seluruh Indonesia agar membantu membentuk kesadaran untuk membahagiakan Indonesia.
Melalui informasi yang terdapat dalam poster kegiatan diterangkan bahwa kereta api memiliki peluang untuk menjadi titik awal kepedulian terhadap penyandang difabel pada fasilitas transportasi umum. Ada 12.5% penyandang difabel dari total penduduk Indonesia namun fasilitas bagi mereka belum jadi prioritas. Oleh sebab itu perlu ada perhatian penyediaan fasilitas bagi penyandang difabel di transportasi umum khususnya kereta api.
Terdapat 35 karya terbaik yang dipamerkan, lima diantaranya mengikuti penjurian terbuka yang dilakukan oleh Irianto PH, Yori Antar, Wiyoga Nurdiansyah, Hans Susantio dan Gerakan Aksesibiltas Nasional (Gaun).

