Pilih Laman
Sehari Dalam Sunyi, Mengenal Tradisi Nyepi

19 Maret 2026

Oleh: Humas Virly

Share

Pict Source: iStockPhoto

Di tengah kehidupan yang serba cepat, ada satu perayaan yang justru dirayakan dengan cara yang berbeda: dalam keheningan. Bagi umat Hindu, *Hari Raya Nyepi* merupakan penanda pergantian Tahun Baru Saka sekaligus momen untuk berhenti sejenak dari berbagai aktivitas duniawi. Selama satu hari penuh, umat Hindu diajak untuk menenangkan diri, berdoa, dan merenungkan perjalanan hidup sebagai langkah awal menyambut tahun yang baru dengan hati yang lebih jernih.

Nyepi dikenal sebagai hari ketika aktivitas sehari-hari dihentikan sementara. Jalanan menjadi sepi, lampu-lampu dipadamkan, dan berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan pun ditunda. Suasana hening ini memberikan ruang bagi umat Hindu untuk lebih fokus pada refleksi diri serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Dalam perayaan ini, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian. Pantangan tersebut meliputi tidak menyalakan api atau cahaya (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), serta tidak mencari hiburan (Amati Lelanguan). Selama 24 jam, umat memanfaatkan waktu untuk berdoa, bermeditasi, dan menata kembali pikiran serta hati.

Lebih dari sekadar tradisi keagamaan, Nyepi juga mengajarkan nilai-nilai tentang keseimbangan hidup. Dalam keheningan tersebut, manusia diajak untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk dunia, memberi ruang bagi alam untuk “beristirahat”, sekaligus melakukan introspeksi diri. Melalui perayaan ini, Nyepi menjadi pengingat bahwa terkadang, dalam diam dan sunyi, manusia dapat menemukan makna kehidupan yang lebih dalam. (VC/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR