Pilih Laman
Riset Infrastruktur Permukiman Warnai Sidang Doktor Teknik Sipil Untar

9 Januari 2026

Oleh: Humas Keiko

Share

Dok: Humas Untar – VC

Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT Untar) berhasil melahirkan doktor baru. Dedy Suryadi resmi dikukuhkan sebagai Doktor Teknik Sipil ke-105 Untar setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Jumat (09/01/2026) di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar.

Dedy Suryadi yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Bekasi mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Manajemen Risiko Kegagalan Infrastruktur Permukiman di Kabupaten Bekasi Jawa Barat.” Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen risiko dalam pembangunan infrastruktur permukiman, khususnya pada proyek pemerintah daerah, mengingat penyediaan infrastruktur yang layak merupakan amanat undang-undang.

Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untar, Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, selaku ketua sidang. Bertindak sebagai promotor utama, Prof. Dr. Ir. Dyah Erny Herwindiati, M.Si., dengan promotor pendamping Dr. Ir. Basuki Anondho, M.T. Sidang ini turut dihadiri tim dewan penguji internal yang diketuai oleh Dekan Fakultas Teknik Untar, Ir. Harto Tanujaya, S.T., M.T., Ph.D.

Dalam penelitiannya, Dedy menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Ia menyebarkan kuesioner kepada 200 responden yang terdiri atas pelaku proyek dan perwakilan pemerintah daerah, sehingga teridentifikasi 32 faktor risiko kegagalan pembangunan infrastruktur jalan. Hasil analisis menghasilkan matriks risiko yang terdiri atas satu risiko tinggi, 24 risiko menengah, dan tujuh risiko rendah. Matriks ini menjadi dasar penyusunan key performance indicators (KPI) yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk memprediksi potensi kegagalan proyek infrastruktur agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan efektif.

Dedy menjelaskan bahwa penelitiannya diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mengelola risiko pembangunan infrastruktur secara lebih sistematis dan berbasis data. “Melalui identifikasi dan pemetaan risiko yang komprehensif, pemerintah daerah dapat lebih siap dalam mengantisipasi kegagalan pembangunan sehingga penyediaan infrastruktur menjadi lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain relevan bagi Kabupaten Bekasi, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan, akademisi, dan peneliti di daerah lain yang memiliki karakteristik serupa dalam pengembangan kajian manajemen risiko infrastruktur.

Atas capaian akademiknya, Dedy Suryadi dinyatakan lulus dengan IPK 3,63 dan meraih predikat Sangat Memuaskan. Keberhasilan ini sekaligus menambah jajaran doktor di Fakultas Teknik Untar, memperkuat komitmen institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional, khususnya di bidang infrastruktur dan tata kelola pemerintahan daerah.

(VA/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR